RSS

AKTIFITAS ANTIDIABETES PULP BUAH DARI CORDIA DICHOTOMA PADA TIKUS DIABETES YANG DI INDUKSI ALLOXAN

08 Jun

ABSTRAK

Cordia dichotoma dikenal sebagai lasura, lisora, adalah ramuan yang biasa dikenal sebagai obat dalam sistem India  untuk mengobati berbagai gangguan termasuk diabetes mellitus tanpa bukti ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini dirancang untuk menyelidiki potensi hipoglikemik dan antidiabetes ekstrak metanol vivo buah-buahan dari Cordia dichotoma pada gula darah hewan dan hewan diabetes yang diinduksi alloxan . Dalam kedua model Cordia dichotoma mengurangi tingkat gula darah bila dibandingkan dengan kelompok kontrol diabetes dan menunjukan aktivitas hipoglikemik dan antidiabetes yang signifikan. Namun potensi dari ramuan kurang dibandingkan dengan metformin obat standar. Ekstrak metanol cordia dichotoma juga mengurangi laju kehilangan berat badan normal dan hewan diabetes yang diinduksi alloxan. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya potensi antidiabetes ekstrak metanol dari Cordia dichotoma yang signifikan  pada tikus diabetes yang diinduksi alloxan. Atas dasar ini penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki mekanisme dan tindakan yang tepat dan juga untuk mengisolasi konstituen aktif.

Kata Kunci  : Diabetus militus, Glukosa, Metformin, Cordia Dichotoma, alloxan

PENDAHULUAN

Diabetes mellitus (DM) saat ini merupakan masalah kesehatan utama bagi masyarakat dunia (DM) adalah gangguan metabolik kronis yang dihasilkan dari interaksi variabel faktor keturunan dan lingkungan dan ditandai oleh sekresi insulin abnormal atau reseptor insulin atau peristiwa pasca reseptor mempengaruhi metabolisme karbohidrat , protein dan lemak di samping merusak, ginjal, hati dan sel-sel β pankreas. Jumlah orang yang menderita penyakit DM di seluruh dunia meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan. Diperkirakan pada tahun 2030 sebanyak 366 juta penduduk yang mungkin diabetes  yang di proyeksikan terhadap 191 juta penduduk yang diabetes  pada tahun 2000. Metformin,obat antidiabetik oral biguanide yang dapat menurunkan kadar gula darah . Obat ini memiliki efek tertentu seperti menyebabkan hipoglikemia pada dosis yang lebih tinggi, masalah hati, asidosis laktat dan diare. Hal ini jelas bahwa karena efek samping dari obat-obatan (metformin) saat  digunakan, sehingga ada kebutuhan untuk agen yang aman dengan efek samping minimal, yang dapat diambil untuk jangka waktu yang lama. Yaitu penggunaan tanaman obat dalam pengobatan modern penderita DM, yaitu dengan ekstrak metanol cordia dichotoma yang mempunyai potensi hipoglikemik dan antidiabetes.

MASALAH

Bagaimana potensi ekstrak metanol  biji buah cordia dichotoma digunakan sebagai hipoglikemik dan antidiabetes?

TINJAUAN PUSTAKA

Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin. Ada 2 tipe Diabetes Mellitus yaitu: Diabetes Mellitus tipe I (diabetes yang tergantung kepada insulin, IDDM) dimana pada tipe ini pankreas sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan insulin. Diabetes Mellitus tipe -II (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM) pada tipe ini Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif  umumnya  terjadi pada usia > 30 tahun. Dari tinjauan literatur telah terungkap bahwa 15 – 20% dari pasien diabetes menderita  insulin-dependent diabetes mellitus  (IDDM) atau tipe-I yaitu diabetes yang bergantung pada insulin.                                                                                              Cordia dichotoma L. (Boraginaceae) adalah  pohon daerah tropis dan subtropis, umumnya dikenal sebagai Lasura / Lisora, dan digunakan sebagai imunomodulator, antidiabetes, antihelmintic, diuretik dan hepatoprotektif dalam cerita rakyat India. Benih mengandung α-amyrin dan toxifolin 3, 5, dirhamnoside, yang menunjukkan signifikan aktivitas anti-inflamasi dengan dosis oral pada tikus albino 1gm/kg tanaman ini dilaporkan mengandung asam lemak dan flavonoid.  .                                                                      Meftormin merupakan obat antidiabetik oral yang berbeda dari golongan sulfonilurea baik secara kimiawi maupun dalam cara bekerjanya. Obat ini merupakan suatu biguanida yang tersubsitusi rangkap yaitu Metformin (dimethylbiguanide) Hydrochloride. Mekanisme kerja Metformin antara lain : Metformin merupakan zat antihiperglikemik oral golongan biguanid. Mekanisme kerja Metformin menurunkan kadar gula darah dan tidak meningkatkan sekresi insulin. Metformin tidak mengalami metabolisme di hati, diekskresikan dalam bentuk yang tidak berubah terutama dalam air kemih dan sejumlah kecil dalam tinja.                        Alloxan adalah senyawa kimia (2,4,5,6-tetraoksipirimidin) yang merupakan derivat dari pirimidin. Alloxan adalah analog glukosa beracun, yang secara selektif menghancurkan sel yang memproduksi insulin di pankreas ( sel-sel beta) ketika diberikan kepada tikus dan banyak spesies hewan lainnya.

BAHAN dan METODE

Bahan :  Pulp buah cordia dichotoma

METODE :

1. Persiapan Ekstrak  :(sebanyak 250 g bubuk buah kering dari cordia dichotoma) diekstrasi dengan metanol 95% menggunakan alat soxhlet. Ekstrak disaring melalui plug kapas dan dikeringkan dalam evaporator berputar pada suhu 40-500c

2. Skrining fitokimia menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dilakukan untuk ekstrak yang menunjukkan potensial aktivitas antidiabetes terhadap model tikus diabetes yang diinduksi alloxan.

3. Subyek penelitian : Dua puluh empat tikus  jantan  Wistar Albino berat 170-200 gram yang digunakan untuk mempelajari pengaruh ekstrak dichotoma Cordia pada kadar gula darah hewan. Hewan-hewan itu berpuasa  selama 12 jam sebelum dimulainya setiap percobaan. Tikus-tikus disuntik dengan alloxan mono hidrat tersuspensi dalam air pada dosis 120 mg / kg berat badan. selama 24 jam berikutnya pada 5l% glukosa  untuk mencegah hipoglikemia. Setelah periode tiga hari tikus dengan kadar glukosa darah lebih besar dari 150 mg / dl dianggap diabetes dan digunakan untuk pekerjaan penelitian.

PROSEDURE                  

Untuk TTGO dan Aktivitas antidiabetes: Hewan-hewan untuk Tes Toleransi  Glukosa Oral dilakukan pada 16 jam berpuasa  secara acak dibagi menjadi empat kelompok dengan enam tikus dalam setiap kelompok (n = 6) masing-masing sebagai berikut, yaitu

  1. Kelompok 1 (kel. Kontrol) – hewan normal yang hanya menerima normal saline
  2. Kelompok 2 – hewan sakit yang menerima glukosa (1,75 g / kg po)
  3. Kelompok 3 – hewan sakit yang pertama kali menerima metformin 11,3 mg / kg dan kemudian  glukosa (2 jam kemudian) 1,75 g / kg .
  4.   Kelompok 4 – hewan yang sakit diobati ekstrak metanol dari Cordia  dichotoma 200 mg / kg .

 Di semua kelompok, darah dikumpulkan dari vena ekor hewan pada 0, 30, 60, 90 menit setelah makan glukosa. Glukosa darah diukur dengan metode oksidase glukosa trinder. Untuk penelitian hewan-hewan diabetes yang di induksi Alloxan, secara acak dibagi menjadi empat kelompok (1-4) dengan enam tikus (n = 6) untuk masing-masing kelompok sebagai berikut yaitu:

  1. Kelompok 1 –hewan normal yang hamya menerima  saline (larutan garam)
  2.  Kelompok 2  hewan sakit yang hanya menerima alloxan monohidrat (120 mg / kg ip).
  3.  Kelompok 3 – hewan sakit yang pertama kali menerima alloxan monohidrat  (120 mg / kg berat badan) sekali dan kemudian metformin (standar obat) 11.3 mg / kg berat badan selama 21 hari.
  4. Kelompok 4 – hewan yang sakit diobati ekstrak metanol dari Cordia dichotoma 200 mg / kg berat badan selama 21 hari.

Penentuan Kadar gula Darah: Sampel darah dikumpulkan dengan memotong ekor-ujung tikus, untuk penentuan gula darah pada interval 1,7, 14 dan hari ke 21. Penentuan tingkat glukosa darah dilakukan oleh prinsip-oksidase glukosa menggunakan dasar instrumen ONE TOUCH  (LIFESCAN, Milpitas, CA) dan hasilnya dilaporkan sebagai mg / dl.

HASIL PENELITIAN

Analisis statistik: Data dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA Dunnett. Kelompok referensi dan kelompok uji dibandingkan dengan kelompok  kontrol. Nilai-nilai P <0,05 dan P <0,01 dianggap  signifikan.

Analisis fitokimia:  Ekstrak segar disiapkan menjadi sasaran tes skrining awal fitokimia untuk berbagai konstituen. Ini mengungkapkan adanya tanin, coumarin, flavonoid dan terutama lendir/getah . Penelitian lebih lanjut dengan  kromatografi lapis tipis.

Skrining farmakologi:

Penentuan Toksisitas Akut:. Tidak terlihat ada kematian diatas dosis  2 g/kg berat badan  dengan mengikuti pedoman OECD. Jadi jauh di bawah dosis mungkin beracun (sekitar 1/10th) dari 2 g / kg berat badan , sehingga diambil dosis 200 mg / kg berat badan  untuk percobaan lebih lanjut.

KESIMPULAN

Ekstrak metanol secara signifikan mengurangi tingkat glukosa darah setelah 90 menit  bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dalam tikus diabetes induksi alloxan  ekstrak metanol Cordia dichotoma menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat glukosa darah ketika dirawat selama 21 hari pada tingkat dosis 200 mg / kg berat badan. Hasil pengamatan bahwa Cordia dichotoma buah ekstrak metanol ketika diberikan kepada tikus diabetes diinduksi alloxan , menunjukan penurunan berat badan  dan hewan itu kembali mendekati normal bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kemampuan ekstrak metanol buah cordia dichotoma dapat menurunkan berat badan tampaknya disebabkan kemampuannya  mengurangi hiperglikemia. ekstrak metanol dari pulp buah dari Cordia dichotoma terbukti secara in vivo agen hipoglikemik/ anti hiperglikemik ampuh dan informasi ini dapat berguna untuk pengobatan diabetes melitus Tipe-I serta Tipe-II.

Dari Jurnal  : International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, Mishra and   Garg, IJPSR, 2011; Vol. 2(9): 2314-2319

DAFTAR PUSTAKA

Stryer L. (2000). Biokimia. Edisi 4 EGC, Jakarta

www.hear.org/pier/…/cordia dichotoma htm.[online] 13-11-2011

Piedrola G, Novo E, Escober F, Garcia-Robles R(2001). White Blood Cell Count and Insulin    Resistance in Patients with Coronary Artery Disease. Ann. Endocrinol. 62: 7–10.

Taylor R, Agius L. (1988). The Biochemistry of diabetes. Biochem J. 250: 650–740.

Murray, Robert K. (2000). Harpers Biochemistry, Ed. 25, Appleton and Lange. 603-609

Wall 8M, et.al.( 2001). Hyperglycemic Crises in Patient With Diabetes Mellitus, Clinical Diabetes, Spring

 

 
Leave a comment

Posted by on June 8, 2012 in BIOTEKNOLOGI

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: