RSS

PERTUMBUHAN, HASIL DAN MORFOLOGI SERAT KENAF (Hibiscus cannabinus L.) YANG TUMBUH PADA TANAH BRIS DIPENGARUHI OLEH PERBEDAAN TINGKAT KADAR KARBON

07 Jun

A.     LATAR BELAKANG

Permintaan global untuk bahan berserat, kekurangan pohon di banyak daerah di seluruh dunia dan kesadaran lingkungan, serat yang berasal dari non-hutan telah menjadi salah satu sumber alternatif yang penting sebagai sumber bahan serat pada abad ke-21 seperti ampas tebu, gandum dan sedotan padi, bambu, dan kenaf. Kenaf memiliki kemampuan adaptasi tinggi dengan semua kisaran tanah, dapat ditanam di pegunungan pantai berpasir yang diselingi dengan tanah swales (BRIS), yang miskin di kapasitas air, rendah dalam kapasitas tukar kation dan ketersediaan hara (Chen, 1985). Untuk saat ini, belum ada laporan tentang efek kadar karbon pada morfologi pertumbuhan, hasil dan serat kenaf yang ditanam di tanah berpasir BRIS. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian yang mengkaji tentang pertumbuhan, hasil dan morfologi serat kenaf pada tingkat karbon yang berbeda dari berbagai jenis varietas kenaf.

B.     MASALAH PENELITIAN

Umum    : Bagaimana kemungkinan budidaya kenaf pada tanah berpasir BRIS?

Khusus : Bagaimana efek dari kadar karbon pada pertumbuhan, hasil dan morfologi serat pada lima varietas kenaf?

 C.     METODOLOGI PENELITIAN

 Lima varietas kenaf yang digunakan yaitu V36, G4, KK60, HC2, dan HC95. Tanaman kenaf ditanam di dalam pot berisi tanah berpasir BRIS melalui media pot. Karbon organik pada tingkat 0, 10 20, 30, dan 40 t ha-1 dimasukkan ke dalam pot melalui pupuk organik. Biji kenaf ditanam di kedalaman 0,5 cm. Pupuk kimia yang digunakan adalah urea untuk N, fosfat super tripel untuk P dan muriate kalium untuk K.

Data diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, hasil bahan kering, hasil serat dianalisis dengan uji statistic ANOVA dengan menggunakan paket SAS. Perbandingan rata-rata dilakukan dengan Duncan’s multiple range test (DMRT) at P < 0.05.

D.     HASIL

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar karbon memiliki efek signifikan terhadap semua karakter yang diukur. Diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun menentukan pertumbuhan dan hasil kenaf. Nilai tertinggi untuk diameter batang, tinggi batang, jumlah daun dan luas daun diperoleh pada karbon tingkat 20 t ha-1. Diameter batang, tinggi batang, jumlah daun dan luas daun yang paling tinggi diamati pada varietas HC2, sedangkan nilai terendah untuk semua parameter diperoleh oleh HC95.

 Gambar 1. Pengaruh kadar karbon terhadap hasil serat ( kulit dan inti)

 

Gambar 2. Hubungan antara hasil serat dengan jenis varietas kenaf

E.  KESIMPULAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman, hasil dan sifat morfologi serat maksimum pada kadar karbon 20 t ha-1 dan pada kadar karbon 0 t ha-1, nilai-nilai parameter ini minimal. Hal tersebut menunjukkan penerapan karbon organik menguntungkan dan berpotensi pada tanah BRIS untuk pertumbuhan dan hasil kenaf yang lebih baik. Hasil serat dan sifat morfologi menunjukkan bahwa penggunaan karbon harus sampai 20 t ha-1 untuk hasil pertumbuhan kenaf yang lebih baik di tanah BRIS. Perbedaan pertumbuhan tanaman, hasil dan dimensi serat morfologi menyarankan bahwa variteas HC2 dapat dianggap sebagai varietas yang paling tepat untuk ditanam di tanah BRIS dan pengaturan kadar karbon organik yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ekhwan, dkk . 2009. Analysis of the Physical Characteristics of Bris Soil in Coastal Kuala Kemaman, Terengganu. Malaysia : Research Journal of Earth Sciences

Hossain, dkk. 2011. Growth, yield and fiber of kenaf (Hibiscus cannabinus L.) grown on sandy bris soil as influenced by different levels of carbon. Malaysia : African Journal of Biotechnology.

Sastrosupadi, Adji dan Sudjidro. Budidaya Kenaf Hibiscus cannabinus L.). (Tersedia dalam http://balittas.litbang.deptan.go.id/ind/images/monograf/budidaya.pdf. Diakses : 15 November 2011)

Teknotani. 2011. Pengurusan Tanah Bris untuk Pertanian. (Tersedia dalam http://www.scribd.com/doc/24787536/Pengurusan-Tanah-BRIS-Untuk-Pertanian#archive. Diakses : 15 November 2011)

 

 
Leave a comment

Posted by on June 7, 2012 in BIOTEKNOLOGI

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: