RSS

ASSESMEN RESPON TERBATAS

04 Jun

Assesment respon terbatas umumnya lebih dikenal dengan istilah “penilain objektif atau tes objektif”. Assesmen ini merupakan salah satu jenis tes yang menilai hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal (items) yang dapat dijawab oleh tesee/siswa dengan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing items atau dengan jalan menuliskan (mengisikan)jawabanya berupa kata-kata atau simbol-simbol tertentu pada temppat atau ruang yang telah disediakan untuk masing-masing butir item yang bersangkutan.

 A.    Subyektivitas dan Objektifitas dalam Assesmen Respon Terbatas

Assesmen respon terbatas bersifat objektif karena dalam penskoran hanya ada satu jawaban benar atau seperangkat jawaban terbatas yang bisa diterima. Sehingga tes ini benar-benar obyektif karena jawaban yang diberikan sudah pasti salah atau benarnya. Sedangkan bersifat subyektif karena pada  proses mengkonstruksi/membuat soal, ketika soal-soal tersebut ditulis atau dipilih sebagai tes,seseorang telah membuat penilaian subyektif terhadap makna dan pentingnya materi yang akan diujikan.

Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya subyektifitas, maka perlu ketepatan dalam penggunaan assesment respon terbatas. Menurut Anas (2009) assesmen ini tepat dipergunakan apabila

1)      Peserta tes jumlahnya cukup banyak.

2)      Penyusun tes telah memiliki kemampuan dan bekal pengalaman yang luas dalam penyusunan butir soal tes objektif.

3)      Penyusun tes memiliki waktu yang cukup dalam mempersiapkan penyusunan butir-butir soal tes objektif.

4)      Melakukan analisis butir-butir soal.

B.     Pentingnya Mengetahui Bagaimana Cara Menilai

Terdapat alasan khusus mengapa penting bagi kita untuk memahami bagaimana mendesain dan menggunakan format-format assesmen respon terbatas, meskipun assesmen kinerja lebih popular sebagai salah satu cara penilaian di sekolah akhir-akhir ini. Alasan yang pertama adalah kita mungkin akan mendesain dan mengembangkan assesmen respon terbatas di dalam kelas, sehingga kita membutuhkan pengetahuan bagaimana menyiapkan dan menggunakan assesmen tersebut. Alasan kedua adalah kita mungkin akan menggunakan tes assesmen respon terbatas yang dikembangkan oleh orang lain, sehingga kita membutuhkan kemampuan untuk mengevaluasi kualitas item tersebut sebelum menggunakannya.

Sebagai contoh, kita mungkin ingin menggunakan item yang terdapat dalam buku-buku pelajaran. Para penerbit buku seringkali meminta para penulis untuk mengembangkan tes-tes yang menyertai buku-buku tersebut sebagai bantuan untuk guru, yaitu  menghemat waktu guru dalam mengembangkan tes serta sebagai salah satu strategi pemasaran. Jika tes-tes yang terdapat dalam buku tersebut dikembangkan oleh mereka yang familiar dengan target prestasi dan memiliki pengetahuan tentang pengembangan tes-tes yang baik, maka penilaian akan berhasil. Akan tetapi jika tes yang dikembangkan dalam buku-buku belum baik, maka penilaian tidak akan berhasil.

 C.    Mencocokkan Assesmen Respon Terbatas dengan Target Prestasi.

Stiggins (1994) menjelaskan pemilihan format tes bisa dilakukan dengan mencocokkan Assesmen Respon Terbatas dengan target prestasi. Keempat format tes assesmen respon terbatas dapat digunakan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan reasoning. Selain itu format tes assesmen respon terbatas juga dapat memberikan beberapa gambaran terhadap tiga jenis penilaian kinerja lainnya, yaitu : keterampilan, produk dan sikap. Adapun mencocokkan format tes dengan target bisa dilakukan dengan

1)   Menilai Pengetahuan. Soal-soal tes respon terbatas dapat digunakan untuk menguji penguasaan siswa terhadap pengetahuan konsep yang diajarkan. Selaian itu latihan tes assesmen respon terbatas juga dapat digunakan untuk menilai fakta tentang ingatan dan informasi.

2)   Menilai Reasoning. Beragam hasil tentang reasoning dan pemecahan masalah dapat juga dinilai dengan format-format respon terbatas. Contoh soal adalah pada tes benar salah atau mencari gagasan utama.

3)   Menilai Keterampilan. Format-format tes respon terbatas dapat digunakan untuk menilai penguasaan tentang beberapa pengetahuan prosedural yang menjadi syarat untuk mampu mendemonstrasikan suatu keterampilan.

4)   Menilai Produk-Produk. Latihan-latihan respon terbatas dapat digunakan untuk menguji pengetahuan siswa terhadap sifat-sifat produk berkualitas yang merupakan syarat untuk mampu membuat produk tersebut.

5)   Menilai sikap. Kita dapat mengembangkan soal-soal kuisioner untuk menilai sikap siswa, nilai-nilai, motivasi disposisi, dan pernyataan sikap lainnya. Soal-soal tersebut meminta responden untuk memilih beberapa pilihan jawaban yang telah disediakan.

Rubrik Lembar Evaluasi Diri

  • Bagaimana penilainanmu terhadap apa yang kamu lakukan dalam kelompokmu? Beri skor kepada sirimu sendiri yang terbaik memaparkan pekerjaanmu!
  • Bubuhkan tanda cek (√) pada kolom sikap!

No.

Pernyataan

Sikap

1

(ya)

0

(tidak)

1

Kami saling mendengarkan ide-ide dan saran-saran anggota kelompok.    

2

Kami berbeda pendapat namun tetap saling menghormati    

3

Kami memecahkan masalah bersama-sama    

4

Kami saling membantu satu sama lain    

5

Kami menggunakan waktu secara efektif    

6

Kami berbagi tugas dan saling berbagi tanggung jawab sebagai satu kelompok    

 D.    Pengembangan Assesmen Respon Terbatas

Dalam mengembangkan Assesmen respon terbatas, kita harus mempertimbangkan faktor-faktor konteks assesmen dan kemudian mengembangkan tes yang sebenarnya. Kita harus mempertimbangkan faktor-faktor konteks sebelum mengembangkan format-format respon terbatas. Faktor-faktor konteks tersebut meliputi (1) memastikan bahwa siswa memiliki level kecakapan membaca yang cukup tinggi untuk dapat memahami tes, (2) Tes berkualitas tinggi telah dikembangkan dan tersedia untuk digunakan, (3) Jumlah siswa yang akan dinilai cukup besar,  (4) Cakupan sasaran prestasi luas, (5) Waktu yang memungkinkan siswa untuk merespon semua soal tes, dan (6) Dukungan komputer tersedia untuk membantu pengembangan soal, penyimpanan soal, pencetakan soal, dan penskoran.

1.      Langkah-langkah penyusunan tes

Stiggins (1994) menjelaskan Langkah-langkah dalam pengembangan tes dikembangkan dalam tiga langkah. Masing-masing membutuhkan kompetensi profesional khusus. Ketiga langkah dasar ini mengharuskan pengembang untuk melakukan hal berikut:

Langkah 1            : Membuat rencana test atau konsep yang membingkai sampel prestasi yang tepat.

Langkah 2            : Mengidentifikasikan elemen-elemen spesifik pengetahuan dan pemikiran yang akan dinilai.

Langkah 3            : Mentransformasi elemen-elemen tersebut kedalam soal-soal tes.

Langkah-langkah perencanaan tes dan identifikasi elemen-elemen spesifik (indikator) yang akan dinilai sama untuk keempat format soal tes. Rencana-rencana yang baik dapat dikembangkan hanya oleh mereka yang telah memperoleh penguasaan yang lengkap terhadap materi yang akan dinilai. Dalam menyiapkan rencana tes kita dapat mendesain tabel spesifikasi tes, dan menyiapkan daftar indikator atau tujuan pembelajaran.

Tabel spesifikasi sering dikenal dengan istilah kisi-kisi soal atau blueprint. Tabel spesifikasi adalah sebuah tabel analisis yang didalamnya dimuat rincian materi tes atau informasi-informasi yang berhubungan dengan butir-butir soal tes yang disusun (Anas, 2009).

Tabel 1. Contoh spesifikasi penyusunan tes evaluasi

Pokok materi

Aspek yang diukur

Ingatan

Pemahaman

Aplikasi

Total

Pengertian evalusi (14%)

7

Fungsi evaluasi (21%)

10

Macam-macam cara evaluasi (36%)

18

Persyaratan evaluasi (29%)

15

Total

 

50

Catatan : Jumlah butir soal ditentukan oleh guru berdasarkan alokasi waktu yang disediakan

Tabel spesifikasi assesment respon terbatas juga sering dikembangkan berdasarkan tingkat kemampuan berpikir dari pengetahuan kognitif taksonomi bloom pada pembuatan tes untuk ujian semester yang terdiri dari tujuh topik pembelajaran. Dari segi isi pembelajaran misalkan masing-masing topik diberi bobot sebagai berikut: Topik I = 5%, Topik II=10%, Topik III=15% , Topik IV=30%, Topik V=20%, Topik VI=15%,dan Topik VII= 5%. Adapun dari segi kompetensi, taraf pengetahuan diberi bobot 35%, taraf pemahaman 25%, taraf aplikasi 20%, taraf analisis10%, taraf sintesis 5% dan taraf evaluasi 5%. Sedangkan jumlah butir soal yang akan dikeluarkan dalamtes hasil belajar seluruhnya adalah 120 butir.

Tabel 2. Contoh spesifikasi model 2 jalan.

Isi materi

pengetahuan 35%

pemahaman 25%,

aplikasi 20%

Analisis 10%

sintesis 5%

evaluasi 5%

Total

Topik I (5%)

2,1 = 2

1,5 = 2

1,2 = 1

0,6 = 1

0,3 = 0

0,3 = 0

6

TopikII (10%)

4,2 = 4

3,0 = 3

2,4 = 2

1,2 = 1

0,6 = 1

0,6 = 1

12

TopikIII (15%)

6,3 = 6

4,5 = 4

3,6 = 4

1,8 = 2

0,9 = 1

0,9 = 1

18

TopikIV (30%)

12, 6 = 13

9,0=9

7,2 = 7

3,6 = 3

1,8 = 2

1,8 = 2

38

TopikV

(20%)

8,4 = 9

6,0 = 6

4,8 =5

2,4 = 2

1,2 = 1

1,2 =1

24

TopikVI (15%)

6,3= 6

4,5 = 4

3,6 = 4

1,8 =2

0,9 =1

0,9 =1

18

TopikVII (5%)

2,1 =2

1,5 = 2

1,2 =1

0,6 =1

0,3 =0

0,3 =0

6

Total

42

30

24

12

6

6

120

 

  1. Aturan penulisan tes.

Aturan khusus akan dibahas pada masing-masing jenis tes.  Aturan umum yang perlu diperhatikan dalam penyusunan tes menurut Stiggin (1994):

1)      Tulislah soal-soal tes yang difokuskan secara tajam dan jelas.

2)      Ajukan pertanyaan.

3)      Gunakan level membaca yang paling rendah.

4)      Menghilangkan petunjuk untuk jawaban yang benar.

5)      Jika anda menuliskan soal-soal, suruhlah soal-soal tersebut dibaca setidaknya sekali oleh rekan yang berpengetahuan.

6)      Cek kembali kunci utama penskoran untuk keakuratan sebelum menskor.

Sementara itu, Purwanto (2010) juga menjelaskan beberapa aturan umum dalam menyusun tes meliputi:

1)      Tes harus didahului dengan penjelasan atau suruhan bagaimana cara mengerjakannya. Penjelasan harus diusahakanjangan terlalu panjang.

2)      Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian

3)      Jangan menggunakan item secara langsung menjiplak dari buku.

4)      Harus diujicoba

5)      Urutan-urutan jawaban benar salah janganlah menurut suatu pola tertentu.

E.     Jenis-Jenis Tes Assesmen Respon Terbatas

Stiggins (1994) menjelaskan terdapat empat jenis tes pilihan ganda yaitu tes pilihan ganda, tes benar salah, tes mencocokkan, dan tes isian singkat.

1.      Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Tes)

a.      Pengertian 

Tes pilihan ganda merupakan salah satu bentuk penilaian objektif yang terdiri atas pertanyaan atau pernyataan yang belum selesai dan untuk menyelesaikannya harus memilih salah satu (atau lebih) dari kemungkinan respon yang telah disediakan pada tiap-tiap butir soal yang  bersangkutan (Anas,2009).Tes pilihan ganda terdiri atas dua bagian yaitu stem serta option respon. Stem adalah bagian pokok dari soal yang merumuskan isi soal. Stem ini bisa berbentuk pernyataan, perintah maupun kalimat tidak sempurna.  Option  respon atau pilihan jawaban terdiri atas satu jawaban benar dan beberapa dristactor.

b.      Kelebihan dan kelemahan tes pilihan ganda

Tabel 3. Kelebihan dan kelemahan tes pilihan ganda

Kelebihan

Kekurangan

  • Lebih fleksibel dan efektif
  • Mencakup hampir seluruh bahan pembelajaran
  • Tepat untuk mengukur penguraian informasi, pembendaharaan, pengertian-pengertian, aplikasi prinsip, rumus, serta kemampuan untuk  menginterpretasikan
  • Dapat juga mengukur kemampuan siswa dalam hal membuat tafsiran, melakukan  pemilihan,  mendiskriminasikan, menentukan pendapat atas dasar alasan tertentu, dan menarik kesimpulan
  • Koreksi dan penilaian mudah
  • Objektif
  • Dapat dipakai berulang-ulang
  • Membutuhkan waktu yang lama dalam menyusun soal
  • Tidak dapat dipakai untuk mengukur kecakapan siswa dalam keterampilan psikomotor.
 

 

 c.       Aturan penulisan dalam tes pilihan ganda

Aturan penulisan tes pilihan ganda menurut Stiggins (1994) yaitu

1)      Ajukan pertanyaan yang lengkap untuk memulai soal.

2)      Jika anda menemukan bahwa anda mengulang kata-kata yang sama pada pilihan respon,maka susunlah kembali kata untuk meniadakan materi yang diulang tersebut.

3)      Yakinlah bahwa hanya ada satu jawaban benar atau terbaik.

4)      Susunlah kata-kata respon sejelas mungkin dan yakinkan pilihan-pilihan itu adalah gramatis paralel (homogen).

5)      Variasi jumlah respon yang disediakan harus tepat.

d.      Jenis tes pilihan ganda

Terdapat beberapa model tes pilihan ganda yaitu melengkapi pilihan, analisis hubungan antarhal, analisis khusus, melengkapi berganda dan pemakaian diagram (Purwanto,2010). Sedangkan menurut Anas (2009) menjelaskan terdapat sembilan model bentuktes pilihan berganda yaitu model melengkapi lima pilihan, model asosiasi dengan lima atau empat pilihan, model melengkapi berganda, model analisis hubungan antarhal, model analisis kasus, model hubungan dinamik serta model pemakaian diagram, grafik, peta atau gambar.

e.       Contoh tes pilihan ganda

 1)      Berdasarkan teori VSEPR, BeF2 memiliki bentuk molekul?

  1. Linier
  2. Segi empat datar
  3. Trigonal bipiramida
  4. Oktahedral
  5. Segitiga planar

2)      Tetrahedral Berikut ini, grafik mana yang tidak mewakili sifat gas  ideal?

A. i, ii, dan iii

B. ii dan iii

C. i, ii dan iv

D. iii dan iv

E. iv

3)      Kelima senyawa dibawah berikut ini memiliki bentuk molekul yang tepat, kecuali…..

  1. CH4       : tetrahedral
  2. BeCl2   : linier
  3. H2O     : planar V
  4. SF6      : oktahedral
  5. H2S      : segitiga planar

4)      Suatu senyawa yang mempunyai gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil merupakan….

A.    Keton

B.     Senyawa Organik

C.    Polimer

D.    Eter

E.     Aledehid

f.       Penskoran tes pilihan ganda

Cara menskor untuk bentuk tes pilihan ganda dapat digunakan salah satu dari dua rumus yaitu rumus dengan denda atau rumus tanpa denda. Item yang betul diberi skor 1 (satu), dan yang salah diberi skor 0 (nol). Kemudian dilanjutkan dengan menghitung skor terakhir dari tes.

Rumus perhitungan skor dengan denda adalah

Adapun rumus perhitungan skor tanpa denda adalah

S = R

Dimana :

S          = Skor yang sedang dicari

R         = Right atau jumlah jawaban betul

W        = Wrong atau jumlah jawaban salah

n          = Banyaknya option yang dipasang

pada item

1          = Bilangan konstan

Contoh      : Siswa menjawab 24 soal dengan benar dari 30 soal. Soal bentuk pilihan ganda ini memiliki option sebanyak 4 buah.

Dengan denda

Skor = 24 – [6/(4-1)] = 22

Tanpa denda

Skor = 24

2.      Tes Benar Salah

a.      Pengertian

Soal tes ini berbentuk kalimat berita atau pernyataan yang mengandung dua kemungkinan yaitu benar atau salah. Siswa diminta pendapatnya mengenai pertanyaan-pertanyaan yang menjadi isi dari setiap soal dengan membubuhkan tanda (simbol) tertentu atau mencoret huruf B jika menurut keyakinan mereka pernytaan itu benar, atau membubuhkan tanda (simbol) tertentu atau mencoret huruf S jika menurut keyakinan mereka pernyataan tersebut adalah salah.

b.      Kelebihan dan kelemahan tes benar-salah

Tabel 4. Kelebihan dan kelemahan tes benar-salah

Kelebihan

Kelemahan

  • Mudah & cepat dalam menilai
  • Waktu mengerjakannya cepat dan mudah
  • Penilaiannya obyektif
  • Menyususnan soalnya lebih mudah dibanding dengan tes pilihan ganda
  • Mencakup bahan yang luas & tidak banyak memakan tempat karena biasanya pertanyaan singkat saja
  • Dapat dipakai berulang-ulang

 

  • Tidak terlalu banyak memakan lembaran kertas.
  • Lama menyusun soalnya dibanding tes essay
  • Membuka peluang bagi siswa mengira-ngira (berspekulasi) dalam memberikan jawaban
  • Menyusun pernyataan supaya benar atau salah adalah sulit
  • Kurang dapat membedakan murid yang pandai & kurang pandai
  • Reabilitasnya rendah, kecuali apabila butir soal dibuat dalam jumlah yang banyak sekali.
  • Bisa membingungkan siswa
  • Sifatnya terbatas, hanya dapat mengungkapkan ingat dan pengenalan kembali
  • Banyak hal yang tidak dapat dinyatakan hanya dengan 2 kemungkinan (benar atau salah) saja.

 c.       Aturan penulisan tes benar salah  

1)      Soal harus singkat, jelas, bukan kalimat majemuk

2)      Jumlah soal harus banyak antara 10 -20 butir dan disusun atas dasar tabel spesifikasi

3)      Satu Soal harus berisi satu persoalan

4)      Hindari penggunaan kata yang menunjukkan kecenderungan saran seperti yang dikehendakioleh item yang bersangkutan, misalanya kata-kata seperti selalu, seringkali, tidak pernah, dan sebagainya karena kata-kata itu memudahkan siswa untuk menerka jawaban

5)      Setiap pernyataan/soal harus pasti salah atau benarnya tidak boleh menimbulkan jawaban yang relatif.

6)      Jumlah soal yang betul dan salah harus seimbang.

7)      Urutan soal (yang betul dan salah) seharusnya tidak mengikuti pola yang teratur

8)      Sebaiknya pernyataan tidak diambil langsung dari buku

9)      Tulislah huruf B-S pada permulaan nomor masing-masing item jangan dibelakangnya.

10)  Item yang jawabanya betul sebaiknya tidak mempunyai corak yang berbeda dengan item yang jawabanya salah.

d.      Contoh soal benar salah.

1)      Tes benar-salah bentuk pernyataan

Dalam bentuk ini soal terdiri dari pernyataan-pernyataan dan siswa diminta memilih kemungkinan betul atau salah saja.

Lingkarilah huruf B jika pernyataan dibawah ini betul dan lingkarilah huruf S jika pernyataan itu salah.

B – S

 

B – S

 

Bentuk molekul dari CCl4 adalah tetrahedral karena terjadi hibridisasi sp3

Bentuk molekul BeF2 adalah oktahedral karena terjadi hibridisasi sp3d2

 2)      Tes benar-salah dengan membetulkan

Dalam bentuk ini selain seperti bentuk pertama juga menutut supaya siswa membetulkan pernyataan soal yang disalahkan (jika siswa memilih kemungkinan salah terhadap pernyataan/soal yang bersangkutan).

Lingkarilah huruf B jika pernyataan dibawah ini betul dan lingkarilah huruf S jika pernyataan itu salah. Jika salah ubahlah kata (yang bercetak miring) yang salah itu sehingga menjadi benar.

B – S

 

B – S

 

Bentuk molekul dari CCl4 adalah tetrahedral karena terjadi hibridisasi sp3

Bentuk molekul BeF2 adalah oktahedral karena terjadi hibridisasi sp3d2

 3)      Tes benar-salah berganda

Pada bentuk ini satu induk persoalan menghasilkan beberapa anak persoalan. Beberapa anak persoalan itu dirumuskan dalam pernyataan/soal yang mempunyai kemungkinan betul atau salah.

Lingkarilah huruf B jika pernyataan berikut ini betul dan S jika salah

Berikut ini pernyataan mengenai  etanol, CH­3CH2OH

1.

 

2.

3.

 

4.

B – S

 

B – S

B – S

 

B – S

 

Etanol mengandung ikatan O-H polar  sehingga dapat bercampur baik dengan air.

Etanol membentuk ikatan hidrogen dengan air.

Titik didih didih etanol lebih tinggi dibandingkan hidrokarbon dengan jumlah atom karbon yang sama.

Pada temperatur sama, tekanan uap jenuh etanol lebih rendah dari air

 e.       Penskoran tes benar salah

Skoring tes Benar – salah ada dua, yaitu

1)      Dengan denda

S = R – W

Dimana :

S    = Skor yang sedang dicari

R   = Right atau jumlah jawaban betul

W  = Wrong atau jumlah jawaban salah

Contoh         : Jumlah item ada 20 soal. Siswa mengerjakan tes itu dengan menjawab benar 16 buah, salah 3 buah, kosong 1 buah. Skor siswa adalah : 16 – 3 = 13.

2)      Tanpa denda

S = R

Yang diperhitungkan hanya jawaban yang benar. Skoring ini dipakai apabila tes belum diketahui reliabilitasnya atau masih diragukan.

Contoh         : Jumlah item ada 20 soal. Siswa mengerjakan tes itu dengan menjawab benar 16 buah, salah 3 buah, kosong 1 buah. Skor Siswa adalah : 16.

3.      Tes Mencocokkan

a.      Pengertian

Merupakkan bentuk khusus dari tes pilihan ganda. Terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. Masing-masing pertanyaan mempunyai jawaban dalam seri jawaban. Tugas murid adalah mencari dan menempatkan jawaban-jawaban sehingga sesuai dengan pertanyaan.

 b.      Kelebihan dan kelemahan tes mencocokkan

Tabel 5. Kelebihan dan kelemahan tes mencocokkan

Kelebihan

Kelemahan

  • Baik untuk mengukur proses mental yang  rendah
  • Kemungkinan untuk mengukur proses mental  yang tinggi tetap ada tapi sulit
  • Obyektif
  • Mudah disusun
  • Cocok untuk mengukur informasi-informasi  yang berbentuk fakta dari suatu pengertian,   hubungan antara pengertian atau konsep- konsep
  • Daapat dinilai dengan mudah cepat dan objetif

 

  • Sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi.
  • Cenderung mengukur dayaingat dan hafalan saja.
  • siswa cenderung untuk membuat tafsiran.

 

 c.       Aturan penulisan dalam tes mencocokkan

1)      Soal terdiri dari

a)      Pengantar : Penjelasan mengenai bagaimana cara mengerjakan soal. Berfungsi membentuk kerangka berfikir secara umum & harus disusun secara singkat & jelas

b)      Persoalan atau pertanyaan, untuk membentuk kerangka berpikir lebih khusus, sempit & terbatas

c)      Jawaban yang dapat dipilih sesuai dengan persoalan/pasangan   yang sesuai

2)      Buat pengantar sejelas mungkin

3)      Pertanyaan maupun jawaban hendaknya homogen

4)      Jumlah jawaban dibuat lebih banyak dari jumlah pertanyaan, kurang lebih 1 ½  kali.

5)      Batasi tiap kelompok jangan lebih dari 10 pertanyaan.

6)      Semua pertanyaan dan jawaban pada satu halaman saja

7)      Setiap satu pertanyaan, hanya ada satu jawaban benar

d.      Contoh tes mencocokkan

Pasangkanlah pernyataan yang ada pada lajur kanan dengan yang ada pada lajur kiri dengan cara menempatkan huruf yang terdapat di muka pernyataan lajur kanan pada titik-titik yang disediakan dilajur kiri:

 

CH4 memiliki bentuk molekul……………….
  1. Linier
BeF2 memiliki bentuk molekul………………
  1. segitiga planar
H2O memiliki bentuk molekul………………
  1. Tetrahedral
SF6  memiliki bentuk molekul………………
  1. Bipiramida trigonal
PCl5  memiliki bentuk molekul………………
  1. Oktahedral
 
  1. Planar V
 
  1. Planar T

 e.       Penskoran tes mencocokkan

Perhitungan skor biasanya tidak memperhitungkan denda sehingga rumus yang digunakan adalah

S = R

Dimana :

S    = Skor yang sedang dicari

R   = Right atau jumlah jawaban betul

Contoh      : Jumlah item ada 10 soal. Siswa mengerjakan tes itu dengan menjawab benar 9 buah, salah 1 buah. Skor Siswa adalah : 9.

4.      Tes Isian Singkat

a.      Pengertian

Adalah tes tertulis yang menuntut siswa untuk mengisi perkataan, ungkapan, atau kalimat pendek sebagai jawaban terhadap kalimat yang tidak lengkap, atau jawaban atas pertanyaan atau jawaban atas asosiasi yang harus dilakukan.

 b.      Kelebihan dan kelemahan tes isian singkat

Tabel 6. Kelebihan dan kelemahan tes isian singkat

Kelebihan

Kelemahan

  • Mudah dalam penyusunannya, terutama untuk mengukur ingatan/pengetahuan
  • Masalah yang diujikan tertuang secara keseluruhan.
  • Berguna untuk mengungkapkan pengetahuan secara utuh mengenai suatu hal atau suatu bidang

 

  • Lebih banyak mengukur aspek pengetahuan atau pengenalan saja.
  • Sulit menyusun soal yang hanya 1 jawaban, lebih-lebih untuk proses mental yang tinggi
  • Membukapeluang untuk menerka-nerka jawaba

c.       Aturan Penulisan tes isian singkat

1)      Dalam membuat pertanyaan, jangan terlalu banyak kata  yang dihilangkan.

2)      Jangan mengutip kalimat yang adadibuku

3)      Jawaban hendaknya benar-benar dibatasi, karena kalau kalimat panjang merupakan tes essay.

4)      Titik-titik (tempat siswa menulis jawaban) sebaiknya  diletakkan pada ujung pertanyaan, Tidak boleh dimulai diawal,dan sama panjang untuk setiap pertanyaan.

5)      Jika masalah/persoalannya memerlukan jawaban yang berupa angka, nyatakanlah satuan-satuan tertentu dalam perhitungan itu

6)      Berilah waktu 1,5 menit untuk setiap nomor soal

d.      Contoh tes isian singkat

1)      Bentuk pertanyaan dengan 1 jawaban

Zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain melalui reaksi kimia biasa disebut…………

2)      Bentuk kalimat tidak lengkap

Molekul NH3 memiliki muatan…………

3)      Bentuk asosiasi

Tulislah Lambang dari masing-masing unsur dibawah ini

Natrium                 ….

Magnesium            ….

Kalium                  ….

Emas                     ….

Aluminium            ….

 

4)      Bentuk narasi

Gaya  london terjadi antar molekul……………. Acaknya gerakan elektron molekul menyebabkan terjadinya perpindahan…………….dari suatu daerah kedaerah lain. Hali inilah yang menyebabkan……………. Dipol sesaat akan mengimbas molekul yang ada disekitarnya sehingga membentuk…………… Akibatnya antara ……………dan………….. terjadi gaya tarik menarik yang lemah. Gaya tarik menarik inilah yang dikenal dengan……………

 e.       Penskoran tes isian singkat

Perhitungan skor biasanya tidak memperhitungkan denda sehingga rumus yang digunakan adalah

S = R

Dimana :

S    = Skor yang sedang dicari

R   = Right atau jumlah jawaban betul

Contoh      : Jumlah item ada 10 soal. Siswa mengerjakan tes itu dengan menjawab benar 7 buah, salah 3 buah. Skor Siswa adalah : 7.

F.     Memilih Diantara Empat Format Tes

Bagaimana kita memutuskan format respon terbatas mana yang akan digunakan dengan masing-masing kelebihanya, apakah pilihan ganda, benar/salah, mencocokkan, atau isian singkat ? Secara umum, tiga format pertama yaitu format pilihan ganda, benar/salah, dan mencocokkan lebih dipilih karena efisiensi penskoran, terutama ketika kita memiliki layanan penskoran mesin scan optik. Ketika  sasaran-sasaran prestasi sesuai dengan format-format tersebut, siswa cukup matang untuk merespon dalam lembar-lembar jawaban, dan penskoran dapat diotomatiskan sehingga dapat menghemat banyak waktu. Sayangnya, belum ada teknologi komputer yang memungkinkan kita untuk men-scan dan mengevaluasi tulisan siswa, sehingga soal-soal isian singkat masih membutuhkan waktu lama untuk diskor jika dibandingkan dengan format lainya.

Penggunaan diantara empat format tes juga tidak harus satu, penggunaan juga bisa di padukan misalkan dengan memilih dua format tes pilihan ganda dan isian singkat. Bahkan juga bisa digunakan keempatnya sekaligus. Adapun skor penilaian jika suatu tes terdiri dari berbagai macam format, maka skor terakhir siswa adalah jumlah skor dari seluruh bentuk tes yang telah dihitung menurut rumus masing-masing.

 G.         Meninjau Ulang Untuk Memverifikasikan Kualitas Tes

Kita dapat melihat kembali proses pengembangan tes secara keseluruhan untuk dapat mengevaluasi tes-tes yang dikembangkan sebelumnya, seperti tes-tes yang terdapat dalam buku-buku pelajaran atau yang telah dikembangkan pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk melakukan hal ini,  kita mulai pada level soal tes: Apakah soal-soal itu sendiri mengikuti beberapa pedoman penyusunan soal yang baku?  Jika tidak, terdapat alasan yang jelas untuk mempertimbangkan kualitas tes.  Jika ya, kita langsung melakukan analisis pada tahap selanjutnya. Pada tahap selanjutnya tersebut, kita dapat mentransformasi soal-soal ke dalam rencana-rencana yang direfleksikan. Hal ini dipenuhi dengan melakukan hal berikut :

1)      Mengkombinasikan stem soal pilihan ganda dengan respon benar

2)      Menambahkan soal-soal benar/salah ke dalam daftar rencana

3)      Menggunakan benar salah/soal-soal benar salah

4)      Mencocokkan elemen-elemen dalam latihan mencocokkan

5)      Mengisi titik-titik kosong dari soal-soal isian singkat

Peninjauan ulang ini dapat mengungkap kesalahan-kesalahan dalam tes yang dikembangkan sebelumnya dan membantu kita memahami sifat revisi-revisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan tes yang sesuai dengan standar tes yang kualitas.

 H.    Kelebihan dan Kelemahan Assesmen Respon Terbatas

Pada pembahasan jenis tes assesmen respon terbatas, telah di bahas kelebihan dan kelemahan masing-masing tes. Berdasarkan kelebihan dan kelemahan pada masing-masing format, dapat disimpulkan bahwa kelemahan dan kelebihan tes assesmen respon terbatas secara umum, jika dibandingkan dengan assesmen essay adalah

Tabel 7. Kelebihan dan kelemahan assesmen respon terbatas

Kelebihan

Kelemahan

  • Representatif, Dapat digunakan untuk menilai bahan pelajaran yang banyak atau scope yang luas.
  • Bagi yang di tes, menjawabnya lebih mudah dan terpimpin.
  • Penilaianya objektif.
  • Mengoreksi hasil tes lebih mudah
  • Butir-butir soal pada tes objektif mudahuntuk dianalisisbaik dari segi derajat kesukaran, daya pembeda, validitas maupun realibilitasnya.
  • Memaksa siswa untuk belajar baik-baik karena sukar untuk spekulasi bagian mana dari seluruh pelajaran yang harus dipelajari
  • Kurang diberi kesempatan untuk menyatakan isi hati atau kecakapan yang sesungguhnya.
  • Memungkinkan siswa untuk mencoba-coba atau spekulai jawaban.
  • Menyusun tes ini tidak mudah, mememerlukan ketelitian dan waktu yang agak lama.
  • Kurang ekonomis.

 

 

 I.       Hambatan – Hambatan Untuk Mengembangkan Assesmen Respon Terbatas Yang Baik

Ada lima sifat utama Assesmen yang baik, yaitu: target yang jelas, tujuan yang jelas, metode yang tepat, sampel yang tepat, dan interferensi yang terkontrol.  Hal-hal ini juga dapat merefleksikan hal-hal yang dapat menyebabkan kesalahan, sehingga skor tes siswa merupakan refleksi nyata dari level prestasi siswa. Dibawah ini, beberapa sumber kesalahan pengukuran, juga tindakan-tindakan yang dapat diambil untuk mencegah masalah tersebut. Perbaikan yang ditawarkan berfungsi untuk membantu  mengembangkan Assesmen respon terbatas yang baik.

Tabel 8. Sumber kesalahan pengukusran dan tindakan perbaikan

Sumber Potensial Kesalahan

Tindakan Perbaikan

Kurangnya visi sasaran/ target
  • Secara cermat  analisalah materi yang akan dipelajari untuk menemukan pengetahuan prioritas dan hasil-hasil berpikir.
  • Belajar menemukan dalil-dalil pembelajaran yang benar-benar penting.
Metode yang salah untuk sasaran Gunakan metode-metode respon terbatas untuk menilai penguasaan pengetahuan dan jenis-jenis pemikiran yang tepat.
Pengambilan sampel yang tidak tepat:

  • Bukan gambaran dalil-dalil yang penting.
  • Sampel terlalu kecil
  • Sampel terlalu besar untuk waktu yang tersedia
 

Mengetahui materi dan rencanakan tes secara cermat.

Masukan lebih banyak soal.

Perpendek secara hati-hati untuk menggeneralisasi domain keseluruhan yang akan diambil sampel.

Sumber-sumber Interferensi yang Tidak Penting :

  • Masalah-masalah yang berpusat pada siswa:  Tidak dapat membaca dengan baik untuk memahami dan merespon; waktu yang tidak mencukupi untuk merespon
  • Soal-soal tes yang tidak berkualitas
  • Kesalahan penskoran
 

 

Turunkan level membaca atau berikan dukungan membaca.

Perpendek tes atau berikan lebih banyak waktu.

Pelajari dan ikutilah pedoman-pedoman khusus dan umum format untuk menulis soal-soal berkualitas.  Cari tinjauan oleh rekan anda.

Cek kembali kunci jawaban.

 J.      Mengintegrasikan Assesmen Respon Terbatas kedalam Pembelajaran

Assesmen kelas dapat memberikan dua tujuan penting.  Salah satunya adalah memberikan informasi untuk digunakan guru, siswa dan orang tua dalam menginformasikan beragam keputusan yang harus mereka lakukan.   Yang lainnya adalah sebagai alat pembelajaran. Siswa sebagai salah satu komponen pembelajaran juga harus dilibatkan dalam proses pengembangan Assesmen. Cara-cara khusus untuk mengembangkan Assesmen respon terbatas dan menggunakan dalam lingkungan belajar mengajar seperti yang dijelaskan dibawah ini:

1.      Mengembangkan tabel spesifikasi akhir tes atau unit tes akhir sebelum unit itu di ajarkan. Hal ini memberikan visi yang jelas sehingga pembelajaran yang berlangsung dapat mengembangkan keberhasilan siswa.

2.      Mendiskusikan rencana tes dengan semua siswa dimulai dengan mereviuw secara hati-hati unit tersebut dan menjelaskan harapan kita sehingga siswa dan guru memiliki sisi yang sama.

3.      Melibatkan siswa mulai dari proses merencanakan tes atau melibatkan mereka setiap saat untuk mereviuw rencana tes yang telah dibuat.

4.      Melibatkan siswa dalam latihan menulis soal-soal tes. Hal ini bermanfaat karena siswa akan mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi berbagai elemen penting nmengenai materi dan mereka akan pandai menggunakan berbagai nilai pemikiran dalam pemecahan masalah dikelas.

5.      Sebagai variasi, sediakan latihan-latihan tak bernama dan suruhlah siswa untuk mengerjakannya, kemudian suruhlah mereka menggunakan rencana tes untuk memprediksi dan menganalisa sejauh mana mereka mengerjakan soal-soal tersebut, sehingga kegiatan tersebut dapat membantu mereka dalam merencanakan persiapan untuk menghadapi tes sesungguhnya.

6.      Sebagai variasi lain, suruhlah siswa mengevaluasi kualitas tes yang berasal dari buku-buku pelajaran dan mencocokkannya dengan rencana tes yang akan dikembangkan dalam pembelajaran.

7.      Suruhlah siswa berkerja dalam tim, sehingga masing-masing orang mendapat kesempatan menjawab untuk menemukan cara untuk membantu setiap orang dalam tim tersebut sehingga memperoleh skor yang tinggi.

8.      Menggunakan daftar sasaran intruksional dan tabel spesifikasi untuk berkomunikasi dengan guru lain mengenai prioritas pembelajaran, sehingga menghasilkan suatu pemahaman yang jelas bagaimana prioritas itu digunakan dalam pembelajaran.

Kesimpulan

1)      Unsur objektifitas dalam assesmen respon terbatas berperan dalam skoring, sedangkan subjektifitas berperan dalam proses kontruksi soal.

2)      Tujuan dari mempelajari assesmen ini sehingga mengetahui bagaimana menyiapkan dan menggunakan assesmen serta mengevaluasi kualitas item yang telah dikembangkan oleh orang lain sebelum menggunakannya.

3)      Pemilihan format tes bisa dilakukan dengan mencocokkan Assesmen Respon Terbatas dengan target prestasi. Target prestasi meliputi pengetahuan dan reasoning, keterampilan, produk dan sikap.

4)      Dalam mengembangkan assesmen respon terbatas harus mengetahui langkah-langkah penyusunan dan aturan penulisan tes.

Langkah-langkah penyusunan tes:

a)      membuat rencana test atau konsep yang membingkai sampel prestasi yang tepat,

b)      mengidentifikasikan elemen-elemen spesifik pengetahuan dan pemikiran yang akan dinilai, dan

c)      Mentransformasi elemen-elemen tersebut kedalam soal-soal tes.

Aturan Penulisan tes:

a)      Tulislah soal-soal tes yang difokuskan secara tajam dan jelas.

b)      Ajukan pertanyaan.

c)      Gunakan level membaca yang paling rendah.

d)     Menghilangkan petunjuk untuk jawaban yang benar.

e)      Jika anda menuliskan soal-soal, suruhlah soal-soal tersebut dibaca setidaknya sekali oleh rekan yang berpengetahuan.

f)       Cek kembali kunci utama penskoran untuk keakuratan sebelum menskor.

5)      Terdapat empat jenis tes pilihan ganda yaitu tes pilihan ganda, tes benar salah, tes mencocokkan, dan tes isian singkat.

6)      Yang harus dipertimbangkan dalam memilih diantara empat format tes yang ada adalah efisiensi penskoran, tiga format pertama yaitu format pilihan ganda, benar/salah, dan mencocokkan lebih dipilih karena efisiensi penskoran dibandingkan dengan tes isian singkat.

7)      Cara memverifikasikan kualitas tes yang telah dikembangkan adalah dengan mengevaluasi apakah tes tersebut telah mengikuti beberapa pedoman penyusunan soal yang baku,kemudian dilanjutkan dengan

a)      Mengkombinasikan stem soal pilihan ganda dengan respon benar

b)  Menambahkan soal-soal benar/salah ke dalam daftar rencana

c)  Menggunakan benar salah/soal-soal benar salah

d) Mencocokkan elemen-elemen dalam latihan mencocokkan

e)  Mengisi titik-titik kosong dari soal-soal isian singkat

8)      Kelebihan assesmen respon terbatas adalah lebih objektif, representatif, penskoran mudah,serta item lebih mudah dianalisis.Sedangkan kelemahanya adalah siswa kurang diberi kesempatan untuk menyatakan isi hati atau kecakapan yang sesungguhnya, memungkinkan siswa untuk mencoba-coba atau spekulai jawaban dan mememerlukan ketelitian dan waktu yang agak lama dalam penyusunan.

9)      Hambatan-hambatan dalam mengembangkan assesmen respon terbatas adalah kurangnya sasaran/target  yang jelas, metode yang salah untuk target, pengambilan sampel yang tidak tepat, dan sumber-sumber interferensi yang tidak penting.

10)  Salah satu cara mengintegrasikan jenis-jenis tes respon terbatas kedalam pembelajaran adalah dengan melibatkan siswa dalam menuliskan latihan-latihan sosal

 DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2008). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Purwanto, Ngalim. (2010). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Stiggins. R. J. (1994). Student-Centerd Classroom Assessment. New York: McMillan Collage Publishing Company

Sudjiono, Anas. (2009). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pres.

Wulan, Ana Ratna.(2005). Pengertian dan esensi konsep, evaluasi,assesmen, tes dan pengukuran. http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN%20IPA/197404171999032%20%20ANA%20RATNAWULAN/pengertian%20Assesmen.pdf. [11 maret 2011]

 

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: