RSS

TAKSONOMI BLOOM DAN KERANGKA KERJA QUELLMALZ

24 Jun

Menurut Jenny Bashiruddin, penalaran merupakan suatu proses berfikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan. Kegiatan berfikir dan bukan dengan perasaan. Kegiatan berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Ciri-ciri penalaran : proses berfikir logis dan bersifat analisis.

Menurut I Wayan Santyasa, reasoning atau penalaran  merupakan aktivitas atau proses-proses berpikir. Proses berpikir merupakan seperangkat operasi mental, yang meliputi: pembentukan konsep, pembentukan prinsip, pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penelitian. Proses-proses tersebut pada umumnya saling tumpang tindih satu dengan yang lainnya. Proses-proses pembentukan konsep, pembentukan prinsip, dan pemahaman merupakan proses-proses pengkonstruksian pengetahuan. Proses-proses pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penelitian merupakan aplikasi konsep, prinsip, dan pemahaman.

Reasoning merupakan bagian berpikir yang berada di atas level retention atau recall (retensi atau memanggil). Reasoning meliputi: basic thinking, critical thinking, dan creative thinking. Hubungan antara retention dan reasoning dapat dilukiskan seperti pada Gambar 1. Pada gambar tersebut, reasoning meliputi basic thinking dan higher-order thinking skills. Higher-order thinking skills meliputi critical dan creative thinking.

Dari kedua pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penalaran adalah proses kemampuan berfikir seseorang untuk mendapatkan suatu pengetahuan baru dengan cara melogikakan konsep-konsep yang diketahuinya berdasarkan bukti-bukti yang ada dan mengkontradiksikan dengan pengetahuan yang sebelumnya.

Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein berarti untuk mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Atau dengan kata lain, taksonomi berarti klasifikasi berhirarki dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi.

Mengacu pada Taksonomi Bloom ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya. Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:

1.    Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.

2.    Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

3.    Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu: cipta, rasa, dan karsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan.

Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yang ada pada tingkatan pertama.

 

  1. Domain Kognitif

Hampir semua penelitian tentang “berfikir tingkat tinggi” dipusatkan pada kognitif taksonomi Bloom. Kerangka kerjanya menekankan pada persepsi bahwa berpikir dapat dibagi ke dalam enam tingkatan operasi kognitif, dimulai dari tingkatan terendah sampai ke tingkatan tertinggi. Domain ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama berupa pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua berupa kemampuan dan keterampilan intelektual (kategori 2-6). Keenam tingkatan tersebut terdiri dari pengetahuan, pemahaman, analisa, aplikasi, sintesa, dan evaluasi.

Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pengetahuan dan keahlian mentalitas. Ranah kognitif menggolongkan dan mengajarkan keahlian berpikir yang menggambarkan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir mengekspresikan tahap-tahap kemampuan yang harus dikuasai siswa sehingga dapat menunjukan kemampuan mengolah pikirannya sehingga mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Mengubah teori ke dalam keterampilan terbaiknya sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baru sebagai produk inovasi pikirannya.

Untuk lebih mudah memahami taksonomi bloom, maka dapat dideskripsikan dalam dua pernyataan di bawah ini.

  1. Memahami sebuah konsep berarti dapat mengingat informasi atau ilmu mengenai konsep itu.
  2. Seseorang tidak akan mampu mengaplikasikan ilmu dan konsep jika tanpa terlebih dahulu memahami isinya.

Guru yang akan menilai dimensi berpikir siswa dianjurkan untuk mengajukan pertanyaan yang mencerminkan bermacam-macam tingkatan ranah kognitif dari taksonomi bloom, disajikan pada tabel 1.

Tabel 1. Taksonomi Bloom Ranah Kognitif

Tingkatan

Definisi

Contoh kata kunci

Contoh persoalan

Pengetahuan (knowledge) Dapat mengingat istilah, fakta, prosedur, keterhubungan, konsep (tingkat yang paling rendah)

 

Mendaftar, label, nama garis besar, meniru, menetapkan, menggambarkan Daftarlah nama-nama dari karakter utama dalam cerita itu?
Pemahaman

(comprehension)

Mengerti maksud materi yang dipelajari, dapat menafsirkan, manyatakan kembali dalam kata-kata sendiri (satu langkah di atas mengingat pengetahuan)

 

 

Jelaskan, tafsirkan, nyatakan kembali, terjemahkan, uraikan dengan kata-kata sendiri, merangkum Apa ide utama dari cerita itu?
Aplikasi (application) Dapat menggunakan materi yang dipelajari dalam novel, hubungan dengan dunia nyata (memperlihatkan suatu tingkatan yang lebih tingi dari pengertian melalui pemahaman)

 

Perlihatkan, manipulasikan, operasikan, mengubah, menggunakan, menghasilkan Penggunaan apa yang anda ketahui tentang struktur dari cerita yang dibaca di kelas, tulis sebuah cerita baru karanganmu sendiri
Analisa (analysis) Mengerti tentang beberapa komponen bagian dari sesuatu dan dapat mengkategorikan unsur-unsur melalui cara-cara yang bijaksana dan bagaimana mengelompokkannya dengan tepat

 

Membagi, membedakan, mengkategorikan, mengklasifikasikan, menguraikan Uraikan cerita itu dalam beberapa bagian, lukiskan bagaimana hubungan mereka
Sintesa (synthesis) Dapat mengkombinasikan pengetahuan, konsep-konsep dan pengertian yang terpisah ke dalam suatu kesatuan dan novel yang utuh Mengkombinasikan, menghubungkan, mengkategorikan, menyusun kembali Melalui cerita itu, tentang ikan paus, apa yang kamu perkirakan tentang populasi ikan paus dibumi pada waktu yang akan datang?

 

Evaluasi (evaluation) Dapat mempertimbangkan nilai atau keputusan dengan mengaplikasikan kriteria yang tepat dalam suatu cara yang logis Menilai, menghargai, mengembangkan, membenarkan, menggantungkan Apakah ini suatu cerita yang baik menurut opinimu? Mengapa?

 

Keenam taksonomi bloom tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengetahuan (Knowledge)

Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yang berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk tersebut.

 2. Pemahaman (Comprehension)

Dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan. Sebagai contoh, orang di level ini bisa memahami apa yang diuraikan dalam fish bone diagram dan pareto chart.

 3. Aplikasi (Application)

Di tingkat ini seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yang berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram.

 4. Analisis (Analysis)

Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yang ditimbulkan.

 5. Sintesis (Synthesis)

Satu tingkat di atas analisa, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

 6. Evaluasi (Evaluation)

Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yang sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, dan nilai ekonomis.

 

Taksonomi bloom tersebut dapat dilihat melalui gambar berikut.

Gambar 2. Tingkatan Kognitif Taksonomi Bloom.

 

Konsep tersebut mengalami perbaikan seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman serta teknologi. Anderson dan Krathwhol merevisi taksonomi Bloom yang dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama revisi taksonomi bloom. Dalam revisi ini ada perubahan kata kunci, pada kategori dari kata benda menjadi kata kerja. Masing-masing kategori masih diurutkan secara hirarkis, dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi analisis saja. Dari jumlah enam kategori pada konsep terdahulu tidak berubah jumlahnya karena Anderson memasukan katogori baru yaitu creating (berkreasi) yang sebelumnya tidak ada.

 

Gambar 3. Revisi Taksonomi Bloom oleh Anderson dan Krathwhol (2001)

Setiap kategori dalam revisi taksonomi bloom terdiri dari subkategori yang memiliki kata kunci berupa kata yang berasosiasi dengan kategori tersebut. Kata-kata kunci itu seperti terurai di bawah ini sebagai dimensi proses kognitif, yaitu:

1.    Mengingat (remember)      :  menyebutkan, mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi, dan menemukan kembali.

2.    Memahami (understand)    : menafsirkan, meringkas, mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, dan menjabarkan.

3.    Menerapkan (apply)           :  melaksanakan, menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai, menyelesaikan, dan mendeteksi.

4.    Menganalisis (analyze)       :  menguraikan, membandingkan, mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, membedakan, menyamakan, membandingkan, dan mengintegrasikan.

5.    Mengevaluasi (evaluate)     : menyusun hipotesis, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, membenarkan, dan menyalahkan.

6.    Berkreasi (create)               :  merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, dan mengubah.

 B.     Domain Afektif

Pembagian domain ini disusun Bloom bersama dengan David Krathwol.

1.    Penerimaan (Receiving/Attending).

Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya.

 2.    Tanggapan (Responding).

Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.

  3.    Penghargaan (Valuing).

Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.

 4.    Pengorganisasian (Organization).

Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten.

 5.    Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex).

Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya hidupnya.

 

Gambar 4. Domain Afektif Bloom

 

C.    Domain Psikomotor

Rincian dalam domain ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat Bloom. Bloom pernah bekerja pada domain ini, dan ada beberapa usaha untuk menyelesaikannya. Salah satu versi sederhana telah diusulkan oleh Dave (1975) cocok dengan model pengembangan keterampilan dikemukakan oleh Reynolds (1965), dan juga menarik perhatian pada peran fundamental imitasi dalam akuisisi keterampilan.

1.    Imitasi (Imitation)

Salinan tindakan lain, misalnya: mengamati dan mereplikasi menonton guru atau pelatih dan tindakan yang diulangi, proses atau menyalin kegiatan, mengikuti, replikasi, mengulangi, dan mematuhi.

 2.    Manipulasi (Manipulation)

Mereproduksi aktivitas dari instruksi atau memori dalam melaksanakan tugas dari instruksi tertulis atau lisan untuk kembali membuat, membangun, melakukan, melaksanakan, dan menerapkan.

 3.    Ketelitian (Precision)

Melaksanakan keterampilan andal, independen dalam melakukan tugas atau kegiatan dengan keahlian dan berkualitas tinggi tanpa bantuan atau instruksi, dapat menunjukkan aktivitas untuk siswa yang lain, dapat menunjukkan dengan  lengkap,  sempurna, kalibrasi, dan kontrol.

 4.    Artikulasi (Articulation)

Beradaptasi dan mengintegrasikan keahlian untuk memenuhi tujuan non-standar yang berhubungan dan menggabungkan kegiatan terkait untuk mengembangkan metode yang beragam, mengatasi, menggabungkan, mengkoordinasikan, mengintegrasikan, beradaptasi, mengembangkan, merumuskan, dan memodifikasi.

5.    Naturalisasi (Naturalisation)

Penguasaan aktivitas yang sadar dan keterampilan terkait di tingkat strategis untuk menentukan tujuan, pendekatan dan strategi yang digunakan dalam kegiatan untuk memenuhi kebutuhan strategis desain, mengelola, menciptakan, dan mengelola proyek.

            Gambar 5. Domain Psikomotor Dave (1975)

1.      Kerangka Kerja Quellmalz

Quellmalz (1987) memberikan kita visi lain yang sangat baik dari proses penalaran. Proses berfikir yang dikemukan oleh Quellmalz relatif sederhana, gamblang, sangat mudah untuk dianalisa dan dipakai oleh guru dan siswa. Setelah mengkaji kerangka kerja pendidikan, psikologi dan kerangka filsafat yang disajikan dalam literatur profesional selama beberapa dekade, Quellmalz menemukan bahwa hal tersebut memiliki elemen-elemen dasar: ingatan, analisa, perbandingan, kesimpulan, dan penilaian.

            Dari semua uraian yang dipelajari, dilaporkan bahwa pengoperasian prinsip dalam belajar tidak ada yang isinya bebas berfikir, semua penalaran dan pemecahan masalah bersumber dari dasar ilmu pengetahuan. Tanpa pengetahuan prasyarat, tidak ada masalah yang dapat diselesaikan. Sehingga dimulai dengan mengingat ‘recall’ sebagai  masukan pertama dalam kerangka kerja Quellmalz.

Quellmalz menemukan banyak mahasiswa menggunakan definisi:

  1. Pemikiran analitis (analytical thinking), yaitu pemikiran yang berkenaan dengan isi dan komponen suatu benda
  2. Pemikiran perbandingan (comparative thinking), yaitu pemikiran yang berkenaan dangan persamaan dan perbedaan diantara benda-benda
  3. Pemikiran inferensial (inferential thinking), yaitu suatu pengertian yang berkenaan dengan pemikiran induktif dan deduktif
  4. Pemikiran penilaian (evaluative thinking), yaitu pengungkapan dan mempertahankan pendapat atau pandangan

 Empat jenis penalaran diluar mengingat memerlukan penerapan pengetahuan, semua penalaran dan pemecahan masalah timbul dari dasar pengetahuan tersebut. Dan perlu diingat, dasar pengetahuan yang sesuai dapat diambil melalui memori atau melalui penggunaan bahan-bahan referensi.

Analisis, sebagaimana didefinisikan dalam kerangka ini, lebih dari sekadar membaca hafalan dari daftar hafal komponen. Melibatkan reflektif restrukturisasi pengetahuan dalam cara-cara baru.

Perbandingan dapat berupa perbandingan antara persamaan atau perbedaan. Perbandingan kompleks membutuhkan analisis dari hal-hal yang akan dibandingkan untuk mengetahui unsur-unsur yang sama.

Pertanyaan inferensi mempunyai satu atau lebih jawaban yang benar. Penanya dapat mengantisipasi kesimpulan atau serangkaian kesimpulan di awal. Mungkin ada lebih dari satu kesimpulan yang dipertahankan, tetapi  kemungkinan susunannya terbatas. Penanya harus mengetahui susunannya sebelum mengajukan pertanyaan. Dalam hal ini, dikatakan bahwa kita harus selalu tetap terbuka terhadap kemungkinan siswa yang keluar. Mungkin mereka datang dengan kesimpulan yang dipertahankan dengan kuat dan kita tidak mempertimbangkannya. Ketika hal ini terjadi, mereka harus diberi penghargaan untuk wawasan mereka.

Pemeriksaan penilaian selalu meminta siswa untuk mengekspresikan dan mempertahankan pendapat. Fokus penilaian bukanlah apakah siswa memegang pendapat yang benar, tetapi apakah mereka bisa mempertahankan pendapat yang mereka pegang. Singkatnya, penilai harus bertanya apakah mengajar dan belajar di kelas telah memiliki kriteria yang dapat diterapkan secara logis dalam menanggapi hal ini.

Tabel 2. Kerangka Kerja Quellmalz

Macam bentuk penalaran

Proses Kognitif

Contoh Kata-kata

Contoh Masalah

Mengingat (Recall) Pengetahuan dasar utama Defenisi, daftar, label, nama, identitas Dapatkah kamu mengemukakan kembali atau menguraikan dengan kata-kata sendiri ilmu pengetahuan yang utama

 

Analisis (Analysis) Sebab-sebab yang berkenaan dengan isi bagian bahan-bahan atau komponen Laporan, dibagi lagi, kategori, perbedaan Unsur-unsur komponen atau elemen-elemen apa yang penting?

Bagaimana setiap bagian saling berhubungan secara keseluruhan

 

Perbandingan (Comparison) Sebab-sebab yang berkenaan dengan persamaan dan atau perbedaan Membandingkan, memperlihatkan perbedaan yang kontras, menghubungkan, membedakan

 

Bagaimana semua hal itu sama atau beda
Kesimpulan

(Inference)

Sebab-sebab induktif atau deduktif Antisipasi, meramal, menduga, menarik kesimpulan, menyebabkan Berikan apa yang anda ketahui, apa yang akan terjadi jika kita mengikutinya?

 

Penilaian

(evaluation)

Mengungkapkan dan mempertahankan pendapat atau pandangan Menilai, menghakimi, menafsir dan mempertahankan Berdasarkan pendapatmu, mana yang merupakan jalan terbaik? Mengapa?

 

Rujukan:

Anderson, L.W., et.al. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing; A revision of Bloom’s Taxonomy of Education Objectives. New York: Addison Wesley Lonman Inc.

Atherton, J. S. (2010). Learning and Teaching; Bloom’s taxonomy [On-line] UK: Available:http://www.learningandteaching.info/learning/bloomtax.htm. Accessed: [11 February 2011]

Amybious. (2009). Kerangka Kerja Quellmalz. Tersedia: http://www.pdfchaser.com/Quellmalz-Framework-of-Thinking-Skills.html# [28 Februari 2011]

 Bloom, B.S. (Ed), Engelhart,M.D., Furst,E.E.J.,Hill,W.H.,& Krathwohl,D.R.(1956). Taxonomy of educational objectives: Handbook I: Cognitive domain. New York: David McKay.

Chapman, A. (2009). Bloom’s Taxonomy-Learning Domains. Tersedia:  http://www.businessballs.com/bloomstaxonomyoflearningdomains.htm[8 Februari 2011]

Stiggins, R.J. (1994). Student-Centered Classroom Assessment. New York : Macmillan College Publishing Company.

 Usman,M.U.(1995). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

 http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom. Tanggal akses: 28 Februari 2011

 

 

 

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: