RSS

ASESMEN KOMUNIKASI PERSONAL

24 Jun

Asesmen komunikasi personal merupakan salah satu contoh dari asesmen alternatif. Asesmen komunikasi personal digunakan untuk memperoleh informasi penting tentang prestasi siswa dengan cara berkomunikasi dengan siswa. Dalam hal ini, prestasi siswa tidak hanya meliputi prestasi belajar semata tetapi juga prestasi siswa dalam proses pembelajaran. Asesmen komunikasi personal dapat digunakan untuk menilai pengetahuan reasoning, keterampilan dan produk serta afektif siswa.

                                                   

Komunikasi Personal Sebagai Asesmen Dalam Kegiatan Pembelajaran

1. Nilai yang Potensial

Beberapa guru menggunakan asesmen komunikasi sebagai pengecekan terhadap bentuk asesmen lain. Beberapa bentuk asesmen komunikasi personal dapat digunakan untuk mendukung dan mengevaluasi reasoning dan problem solving siswa. Banyak guru yang mencerminkan pencapaian siswa melalui partisipasi dalam diskusi kelas.

Ketika menggunakan komunikasi personal sebagai asesmen, kita tidak dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang tingkat pencapaian siswa. Misalnya, penanya yang efektif dapat menggunakan urutan pertanyaan dengan baik untuk mengukur kemampuan reasoning siswa dan menempatkan siswa sesuai dengan kemampuan pemecahan masalahnya pada saat yang bersamaan. Kemudian, penanya yang bijaksana dapat menghubungkan asesmen pada pengajaran dengan efisiensi dan efektifitas yang tinggi. Contohnya, kita dapat mengungkap miskonsepsi siswa dengan cepat dan langsung mengoreksinya.

 2.      Tahapan Asesmen Menggunakan Komunikasi Personal

Dalam asesmen komunikasi personal, diskusi sering kali digunakan untuk menilai siswa.

  1. Persiapan assesmen :

1)      Memberikan informasi mengenai topik yang akan dibahas dalam kegiatan diskusi.

2)      Merumuskan hal apa saja yang akan menjadi poin penilaian (melibatkan siswa).

b.      Diskusi dan proses asesmen.

c.       Umpan balik melalui komunikasi personal: peserta diskusi bertukar pikiran mengenai hasil diskusi.

C.    Kualitas Asesmen Menggunakan Komunikasi Personal

1.      Subjektivitas

Asesmen menggunakan komunikasi personal adalah salah satu asesmen yang subjektivitasnya sangat lazim terjadi. Untuk mengurangi subjektivitas dalam asesmen komunikasi personal kita dapat berpegang pada aspek-aspek berikut ini

  1. Target pencapaian yang dibuat untuk siswa.
  2. Pertanyaan–pertanyaan yang diajukan (terkadang membuat pertanyaan langsung pada saat asesmen berlangsung).
  3. Kriteria yang diterapkan dalam mengevaluasi jawaban.
  4. Catatan penampilan siswa yang disimpan (biasanya dalam ingatan).
  5. Metode yang digunakan.
  6. Penafsiran yang dibuat dari hasil penilaian.
  7. Bermacam cara guru dalam menggunakan tersebut.

 Hal yang harus diperhatikan dalam asesmen komunikasi personal adalah :

1. Permasalahan-permasalahan yang potensial

Buatlah alasan yang tepat tentang komunikasi personal sebagai assessmen dan bukan menganggapnya sebagai sumber informasi dan strategi mengajar yang mudah.

2. Permasalahan lupa

Harus dipahami kesalahan pikiran manusia sebagai alat perekam. Kita tidak hanya dapat kehilangan hal-hal di dalamnya, tetapi juga hal yang kita simpan di dalamnya dapat beberubah seiring waktu dengan berbagai macam alasan. Ini adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan ketika menggunakan komunikasi personal sebagai asesmen.

3. Permasalahan filters

Kita harus pemperhatikan dan berusaha memahami kepribadian dan professional filters dengan cara mendengarkan dan mengolah respon siswa. Filters ini memiliki peranan dalam kualitas assessmen. Sisi baiknya, jika kita menentukan pencapaian yang diharapkan berdasarkan pemahaman yang seksama pada bidang studi tertentu dan jika kita mengiterpretasikan apa yang dikatakan siswa menggunakan standar yang jelas, kita dapat menggunakan komunikasi personal sebagai bentuk yang produktif dari assessmen. Selanjutnya, jika kita menentukan harapan untuk individu berdasarkan informasi yang akurat tentang tingkat pencapaian mereka, kita akan memaksimalkan kesempatan yang bisa digunakan untuk membantu mereka dalam pencapaian yang lebih. Hal ini menunjukkan penggunaan yang sesuai dari norma dan harapan. Sisi buruknya dari interpretasi filters adalah filters ini dapat menjadi sumber penyimpangan. Jika kita menentukan harapan untuk siswa tidak berdasarkan pada pemahaman yang jelas dari disiplin ilmu atau tidak berdasarkan penilaian kemampuan siswa, tapi berdasarkan stereotype (klise) atau kategori lain tidak sesuai dengan pencapaian akademik yang sebenarnya, maka kita beresiko melakukan kesalahan yang besar.

4. Tantangan dari sampling

Untuk menghindari permasalahan sampling (seperti kurangnya informasi yang diperoleh dan waktu yang terlalu lama dalam mengumpulkan informasi), kita harus mencari informasi yang cukup dan tidak berlebihan.

 Untuk menghindari permasalahan yang berhubungan dengan subjektivitas adalah dengan berpatokan pada lima standar berikut ini yang digunakan sebagai dasar dalam konteks komunikasi personal. Direncanakan atau tidak, dalam komunokasi personal harus dipertahankan kualitas standarnya dalam pikiran. Sehingga dapat menghindari masalah yang berhubungan dengan subjektivitas.

 Tabel 2.1 Standar Kualitas dalam Komunikasi Personal Sebagai Assessmen

Atribut Kualitas

Pertanyaan yang menetapkan

Target pencapaian yang jelas dan spesifik Apakah pertanyaan merefleksikan target pencapaian yang akan diukur?
Tujuan yang jelas Mengapa menggunakan komunikasi personal sebagai asesmen? Bagaimana hasilnya dapat digunakan?
Menjamin penyajian target yang representasi Dapatkah target direfleksikan dengan teliti melalui komunikasi personal langsung dengan siswa?
Sampel hasil yang tepat Apakah kita mempunyai bukti-bukti yang cukup?
Mengontrol gangguan yang tidak diinginkan Apakah kita berhubungan dengan sumber potensial dari bias, dan sudahkah kita meminimalkan pengaruh personal dan prosesional filters?

 Ketika standar kualitas terpenuhi, komunikasi personal memberikan banyak data yang berguna tentang hasil yang dicapai siswa sebagai outcomes yang penting dari pendidikan.

 2.      Mencocokkan Metode Dengan Target

  1. Menilai pengetahuan

Pengetahuan dapat dinilai dengan komunikasi personal tapi harus hati-hati. Kita dapat bertanya kepada siswa untuk melihat apakah mereka menguasai materi melalui ingatan dan/atau melalui penggunaan material acuan yang efktif.

2. Menilai reasoning

Penanya yang mahir dapat mengukur resoning siswa dan problem solving ketika proses berpikir sedang berlangsung dan secara retrospektif, untuk menganalisis bagaimana siswa memperoleh jalan keluarnya. Yang lebih menarik, adalah kita dapat menggunakan pertanyaan proses untuk membantu siswa memahami dan meningkatkan reasoning mereka.

3. Menilai keterampilan dan produk

Untuk menilai keterampilan dan produk, kita dapat meminta siswa untuk “melakukan dan membuat” sesuatu dan membandingkannya dengan kualitas standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Tapi untuk melakukan hal tersebut membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama. Untuk mengatsinya guru dapat berbicara dan bertanya kepada siswa beberapa pertanyaan. Berdasarkan tingkat pencapaian yang tergambarkan dari jawaban siswa, guru dapat memperkirakan kompetensinya. Jika dibandingkan, maka komunikasi personal kualitasnya lebih rendah dari pada penilaian pencapaian yang nyata.

4. Menilai afektif

Kelebihan lain dari komunikasi personal sebagai assessmen adalah dapat menentukan arah dan intensitas sikap, minat, nilai, atau motivasi siswa dengan cara bertanya kepada mereka. Satu pola yang berkelanjutan dalam pertukaran pandangan antara guru dan siswa dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang sesuai.  Kunci untuk membuat komunikasi personal bekerja dalam menilai affect siswa adalah dengan mempercayai dan membuka akses komunikasi. Jika siswa merasa nyaman untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan dan rasakan, maka mereka akan melakukannya.

 3.      Faktor-Faktor Konteks

Komunikasi personal memiliki beberapa teknik yang dapat digunakan dalam asseamen, yaitu :

  1. Membuat hubungan yang jelas dan kompleks antara strategi dan fokus pertanyaan pada pengajaran.
  2. Pertanyan yang sukar dapat diulang untuk menggali lebih dalam bagaimana pemikiran siswa.
  3. Asesmen omunikasi personal dapat dilakukan secara spontan, memberikan keuntungan untuk menilai dan mempertimbangkan pencapaian, yaitu ketika kita merasa perlu untuk memperoleh informasi yang lebih tentang pemikiran siswa, kita dapat menggunakan kesempatan dengan baik dan mengambil keuntungan dari kesempatan yang dapat diajarkan
  4. Komunikasi personal hampir tidak terbatas kefleksibelannya dalam hal aplikasinya sebagai asesmen kelas. Komunikasi personal dapat fokus pada nilai outcomes, penilaian mikroskopik masing-masing siswa atau kelompok. Siswa dapat merespon dengan sukarela atau kita menyuruhnya, interaksi dapat secara terbuka atau pribadi, dan pertanyaan dapat berasal dari siswa atau guru.
  5. Untuk pengguna assessmen komunikasi personal yang penuh perhatian, reaksi siswa yang nonverbal dapat memberikan arti yang mendalam tentang pencapaian dan perasaan siswa terhadap materi yang dipelajari.

Faktor konteks yang penting untuk diperhatikan oleh penilai dalam menggunakan komunikasi personal sebagai asesmen adalah :

  1. Faktor pertimbangan lain.

Hampir semua assessmen kelas yang menggunakan komunikasi personal tidak tunduk pada verifikasi luar, maksudnya tidak seorangpun selain guru yang dapat memeriksa apakah guru melakukan pekerjaan dengan baik.

2. Bahasa yang umum

Jika kita menilai menggunakan komunikasi personal, kita harus tahu bagaimana menyampaikan maksud dalam bahasa dan kultur siswa. Ketika tidak ada pemahaman, maka kesalahan pengukuran akan terjadi.

3. Kelancaran lisan yang cukup

Kelancaran lisan ini tidak sama dengan bahasa yang umum, siswa  harus mampu mengekspresikan diri mereka secara fasih. Jika siswa tidak fasih maka akan terjadi kesalahan interpretasi dan penarikan kesimpulan yang keliru.

4. Kepribadian siswa

Siswa yang pemalu tidak dapat menunjukkan dengan baik prestasi mereka jika menggunakan asesmen komunikasi personal. Untuk mengatasinya dapat dilaukan dengan cara memasangkan siswa pemalu dengan siswa yang lainnya. Sedangkan siswa dengan kepribadian yang sangat ramah dan agresif dapat mengelabui asesor dan menyamarkan prestasi mereka yang sebenarnya.

5. Waktu yang memadai

Jika penilaian dilakukan terhadap masing-masing siswa, waktu yang digunakan harus dipertimbangkan. Ketika cakupan target yang akan dinilai sempit dan siswanya sedikit, waktu tidaklah menjadi masalah. Satu atau dua pertanyaan mungkin cukup untuk memberikan pandangan yang sekilas tentang pencapain. Akan tetapi jika target meluas dan jumlah siswanya meningkat, waktu menjadi ukuran yang penting. Harus ada waktu yang cukup untuk kita berinteraksi dengan siswa yang pencapainnya akan dinilai dan harus ada waktu yang cukup dengan setiap siswa untuk memperoleh informasi pencapaian yang sesuai. Jika waktu ini tidak tersedia, lebih baik menggunakan assessmen lain yang tidak membutuhkan penilain satu persatu.

6. Keamanan lingkungan

Komunikasi personal akan berjalan baik ketika siswa merasa belajar di lingkungan yang aman. Salah satu cara untuk membuat siswa merasa berada di lingkungan yang aman adalah dengan tidak mempermalukan siswa di depan umum karna kegagalannya. Cara lainnya adalah memberikan kesempatan untuk belajar lebih dan tampil lagi kemudian dengan perjanjian keberhasilan yang dicapai akan lebih baik.

7. Pemahaman siswa tentang pentingnya menunjukkan prestasi yang sebenarnya Personal komunikasi bekerja dengan baik sebagai asesmen ketika siswa memahami bahwa guru memerlukan jawaban yang jujur dan bukan mengira-ngira jawaban yang diinginkan guru.

8. Catatan yang akurat

Karena tidak ada hasil yang nyata melalui asesmen komunikasi personal maka catatan pencapaian dapat hilang. Jika siswa yang dinilai sedikit tidak akan menjadi masalah karena guru masih dapat mengingatnya, tetapi jika jumlah siswa banyak, maka kita membutuhkan alat penyimpanan pencapaian siswa seperti catatan atau alat perekam lainnya.

 4.      Sampling

Kunci keberhasilan sampling dalam asesmen komunikasi personal adalah menanyakan seperangkat pertanyaan yang represenatatif. Asesmen komunikasi personal berguna untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa baik secara individual ataupun kelompok. Untuk mengambil sampel dari sebuah kelas dapat dilakukan dengan cara :

a)      Memilih sejumlah kecil pencapaian siswa yang representatif dalam kelompok dari berbagai tingkatan.

b)      Tanyakan sampel kecil tapi representatif tentang pertanyaan kunci dari tes kelompok

Setelah melakukan kedua hal tersebut, maka dapat disimpulkan penguasaan siswa terhadap materi. Hal tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan guru untuk mengajar ulang atau melanjutkan. Sebelum mengambil kesimpulan tersebut, harus diingat bahwa sampel siswa dan pencapainnya harus representative dan cukup mendalam.

Dalam sampling pencapaian siswa secara individu menggunakan komunikasi personal harus berhati-hati terhadap kecenderungan undersample. Sering kali guru mengajukan dua atau tiga pertanyaan cepat, kemudian mendengarkan jawaban yang salah, dan membuat penilaian yang tergesa-gesa tentangan pencapaian secara keseluruhan.

 D.    Bentuk-Bentuk Asesmen Komunikasi Personal

1.      Pertanyaan dan jawaban instruksional

Pada awal pengajaran, baik siswa atau guru mengajukan pertanyaan unuk dijawab oleh yang lainnya. Kegiatan ini akan mengembangkan cara berpikir dan belajar serta memberikan informasi tentang pencapaian siswa. Kunci keberhasilan menggunakan bentuk ini adalah :

  1. Buat kunci jawaban sebelum pengajaran agar sesuai dengan target dan kemampuan siswa.
  2. Bertanya dengan jelas dan singkat akan membantu siswa fokus pada jawaban yang dapat diterima.
  3. Memerikasa berbagai macam reasoning, bukan hanya recall fakta-fakta dan informasi.
  4. Bacakan pertanyaan terlebih dahulu, lalu minya seseorang atau lebih untuk meresponnya.
  5. Panggil responden yang sukarela dan yang tidak sukarela karena hal ini akan menjaga siswa tetap fokus.
  6. Merekam performance bebrapa siswa dalam ingatan pada saat itu aja, untuk jumlah siswa yang banyak dan dalam periode tertentu maka perekaman dilakukan menggunakan catatan atau alat rekam lainnya.
  7. Mengakui jika respon benar dan mengoreksi respon yang salah.
  8. Setelah mengajukan pertanyaan, tunggu beberapa saat untuk memperoleh respon.

2.      Pertemuan dan wawancara

Beberapa pertemuaan antara guru-siswa dapat terstruktur dan tidak terstruktur dalam mengaudit pencapaian siswa, tujuannya adalah untuk membicarakan apa yang telah siswa pelajari dan yang belum dipelajari. Guru dan siswa berbicara secara langsung dan terbuka tentang hasil yang dicapai oleh siswa, kenyamanan dengan materi yang dikuasai, kebutuhan spesifik, minat, keinginan dan/atau pencapaian lainnya yang berhubungan dengan topik yang berkontribusi pada pengajaran yang efektif dan lingkungan belajar. Pada dasarnya, siswa dan guru berbicara bersama untuk memahami bagaimana bekerja secara efektif bersama-sama. Kunci keberhasilan menggunkan format penilaian konfrensi dan wawancara adalah :

  1. Guru dan siswa harus terbuka & jujur.
  2. Pertanyaan fokus secara tajam pada target pencapaian siswa dan tujuan pertemuan.
  3. Pertanyaan dipikirkan secara matang dan direncanakan sebelumnya.
  4. Rencanakan waktu menyela yang cukup.
  5. Akhiri wawancara dengan merangkum yang telah dipelajari siswa dan implikasinya terhadap kerjasama yang akan dilakukan antara guru dan siswa di masa yang akan datang.

Keunggulan menggunakan bentuk ini terletak pada pengaruhnya yang dapat membuat suatu hubungan antara siswa dan guru.

 3.      Diskusi kelas

Ketika siswa berpartisipasi dalam diskusi kelas, beberapa hal yang mereka katakan merupakan sesuatu hal yang luar biasa tentang pencapaian dan perasaan mereka. Dalam diskusi, siswa atau guru memimpin kelompok untuk berinteraksi dimana materi yang akan dikuasi dieksplor dari berbagai perspektif. Guru mendengarkan interaksi yang terjadi, mengevaluasi kualitas kontribusi siswa, dan menarik kesimpulan tentang pencapaian siswa secara individu atau kelompok. Diskusi kelas dengan jelas dapat pengaruh yang simultan dalam kemajuan belajar siswa dan kemempuannya untuk menggunakan apa yang mereka ketahui. Kuci keberhasilan menggunakan diskusi kelas untuk menilai komunikasi personal siswa adalah :

  1. Siapkan pertanyaan atau topik diskusi sebelumnya supaya fokus pada target pencapaian yang diharapkan.
  2.  Libatkan siswa dalam proses persiapan.
  3. Gunakan format debat atau format kelompoknya lainnya untuk memaksimalkan jumlah siswa yang langsung terlibat dalam diskusi dan berikan perhatian khusus pada siswa yang kurang terlibat.
  4. Susunlah format diskusi untuk memperluas peran-peran yang berbeda.
  5. Gambaran pencapaian siswa berhubungan dengan pencapaian konsep diri.
  6. Berikan kesempatan kepada siswa yang pendiam untuk menunjukan prestasinya.
  7. Catatan-catatan penampilan hasil partisipasi siswa

Kelebihan utama dari diskusi kelas adalah pada kemampuannya untuk mengungkapkan kedalaman dan kualitas pemikiran siswa, kemampuan menanalisisnya, membandingkan, menyimpulkan dan mempertahankan oandangan mereka. Kelemahannya adalah kesulitan dalam sampling capaian siswa.

 4.      Tes lisan

Tes lisan masih memegang peranan yang penting dalam penilaian. Guru merencanakan dan mengajukan latihan kepada siswa dimana hal tersebut dapat menggambarkan dan memberikan respon secara lisan. Guru mendengarkan dan menginterpretasikan respon tersebut, mengevaluasi kualitas dan menarik kesimpulan tentang tingkat pencapaian. Untuk keberhasilan penggunaan format ini dalam asesmen komunikasi personal, dapat digunakan beberapa kunci berikut ini :

  1. Kembangkan latihan singkat yang fokus pada hasil yang diinginkan.
  2. Gunakan latihan yang mengidentifikasi pengetahuan yang menunjang, tentukan jenis berpikir yang akan digunakan siswa, dan identifikasi standar yang  digunakan dalam menilai respon siswa.
  3. Kembangkan kriteria pemberian skor sebelumnya.
  4. Pastikan pemisahan kriteria antara konten dan hasil berpikir dari kecakapan dengan ekspresi verbal.
  5. Siapkan waktu untuk mengakomodasi kebutuhan siswa yang mengalami kesukaran bahasa.
  6. Buat daftar cek, skala penilaian / metode lain dalam pencatatan hasil yang siap digunakan pada saat asesmen.
  7. Catat respon yg muncul untuk re-evaluasi kemudian.

5.      Percakapan dengan yang lainnya

Dengan berbicara dengan yang lainnya tentang pencapaian siswa, akan memberikan informasi tetang pencapaian tersebut. Dalam menggunakan bentuk ini harus berhati-hati agar diperoleh informasi yang tepat. Untuk keberhasilan dalam memperoleh informasi tentang pencapaian dengan bentuk ini, sebaiknya gunakan cara-cara berikut :

  1. Jadilah konsumen informasi yang kritis dengan cara mengajukan fakta-fakta yang ditemukan, pastikan kita berbagi pemahaman yang umum dalam arti nilai target pencapaian. Dengan kata lain, menanyakan hanya pada orang yang dalam posisi mengetahui pencapaian siswa.
  2. Kumpulkan informasi lebih dari satu sumber.

E.     Penggabungan Asesmen Melalui Komunikasi Personal dalam Pembelajaran

Sejak pengajaran dilaksanakan dalam skala beasar melalui interaksi personal antara guru dan siswa, maka integrasi bentuk assessmen ini kedalam proses belajar mengajar menjadi tidak sulit. Menggabungkan assessmen komunikasi personal dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan cara :

  1. Minimalkan jumlah pertanyaan yang jawbannya ya & tidak.
  2. Menunggu respon siswa.
  3. Libatkan seluruh kelas dengan menyebut siswa sukarela
  4. Usahakan agar seluruh kelas tetap terlibat dengan meminta yang bukan sukarelawan, mintalah siswa untuk menambahkan apa yang dikatakan orang lain, tanyakan kepada siswa apaka setuju atau tidak.
  5. Gilirlah tanggung jawab untuk menanyai siswa.
  6. Minta siswa untuk menguraikan dengan kata-kata sendiri setiap pertanyaan dan respon masing-masing.
  7. Mintalah siswa untuk membahas pertanyaan kunci dalam kelompok kecil, sehingga lebih banyak siswa terlibat.
  8. Mintalah siswa untuk tetap pada jalur penampilan mereka.
  9. Tunjuk satu atau dua siswa menjadi pengamat dan pencatat selama diskusi.
  10. Libatkan siswa dalam penilaian sendiri dan kelompok dalam penampilkan diskusi.
  11. Jadwalkan wawancara teratur dengan siswa, satu persatu atau dalam kelompok.
  12. Tentukan kapan siswa bisa mewawancara anda mengenai kesan anda tentang bagaimana hal-hal selama ini berlangsung pada mereka, baik secara individu maupun kelompok.

F.     Kelebihan dan Kekurangan Asesmen Komunikasi Personal

Kelebihan menggunakan komunikasi personal sebagai asesmen jika dibandingkan dengan bentuk assesmen lainnya adalah :

  1. Asesmen menggunakan komunikasi personal dapat dilakukan secara cepat dan efisien.
  2. Koneksi yang cepat dapat terjadi antara asesmen dan pengajaran.
  3. Metodenya fleksibel.
  4. Asesmen dapat berupa respon nonverbal.
  5. Suatu cara paling baik untuk membedakan orientasi dan kelebihan siswa yang berhubungan dengan sikap, hobi, norma/kecenderungan motivasi dengan cara bertanya kepada siswa.
  6. Adanya kejujuran antara siswa dan guru.

Kekurangan penggunaan komunikasi personal sebagai asesmen adalah :

  1. Terkadang bermasalah dengan penyimpanan sampel.
  2. Kurang cocok untuk menilai keterampilan dan produk yang berupa hasil karya.

RUJUKAN:

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Rustaman, N.,et al. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung : IMSTEP-JICA.

Stiggins. 1994. Student Centered Classroom Assesment. Maxmillan College Publishing Company: New York

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: