RSS

PERSPEKTIF TES BAKU DAN TES BUATAN GURU

21 Jun

A.           TES BAKU

1.            Pengertian Tes Baku

Pengertian tes baku secara sempit adalah tes yang disusun oleh satu tim ahli, atau disusun oleh lembaga yang khusus menyelenggarakan secara professional. Tes tersebut diketahui memenuhi syarat sebagai tes yang baik; yakni diketahui validitas dan reliabilitasnya baik validitas rasional maupun validitas empirik, reliabilitas dalam arti teruji tingkat stabilitas, maupun homoginitasnya.

Tes ini dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama, dapat diterapkan pada beberapa obyek mencakup wilayah yang luas. Untuk mengukur validitas dan reliabilitasnya telah diuji-cobakan beberapa kali sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Yang dituntut dalam tes baku bukan standar prestasi peserta didik dari penguasaan materi yang diajarkan pada suatu tingkat, lembaga pendidikan tertentu, melainkan adanya kesamaan performance pada kelompok peserta didik atau lembaga pendidikan disebabkan adanya kesamaan tolok ukur. Oleh karena itu dalam tes baku, masalah keseragaman dan konsistensi skoring penting untuk diperhatikan; sehingga tes tersebut dapat dipakai untuk membandingkan peserta didik dari berbagai sekolah.

Standar untuk siswa dapat dimaksudkan sebagai suatu tingkat kemampuan yang harus dimiliki bagi suatu program tertentu. Mungkin standar bagi suatu kursus A berbeda dengan B, jadi standar ini yang dibuat “keras” maupun “lunak” tergantung dari yang menggunakan keijaksanaan.

Suatu tes baku dengan demikian berbeda dengan tes prestasi biasa.

Prosedur yang digunakan untuk menyusun tes baku untuk tes prestasi secara langsung yang ditumbuhkan dari tes yang digunakan dikelas. Sedangkan spesifikasi yang digunakan untuk menentukan isi dalam tes bakat biasanya didasarkan atas analisis job(jabatan) atau analisis tugas yang merupakan tuntutan calon pekerjaannya. Disamping itu juga mempertimbangkan sifat-sifat yang ada pada manusia. Analisis jabatan analisis tugas yang dilakukan biasanya tidak tidak didasarkan atas satu kurikulum, tetapi diambil dari masyarakat.

Istilah “standar” dalam tes dimaksudkan bahwa semua siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama dari sejumlah besar pertanyaan dikerjakan dengan menggunakan petunjuk yang sama dan dalam batasan waktu yang sama pula. Dengan demikian maka seolah-olah ada suatu standar atau ukuran sehingga diperoleh suatu standar penampilan (performance) dan penampilan kelompok lain dapat dibandingan dengan penampilan kelompok standar tersebut.

Istilah “standar” tidak mengandung arti bahwa tes tersebut mengukur apa yang harus dan dapat diajarkan pada suatu tingkat tertentu atau tes itu menyiapkan suatu standar prestasi dimana siswa harus dan dapat mencapai suatu tingkat tertentu. sekali lagi tes baku dipolakan untuk penampilan prestasi sekarang (yang ada) yang dilaksanakan secara seragam, diusahakan dalam kondisi yang seragam, baik itu diberikan kepada siswa dalam pelaksanaan peseorangan maupun siswa sebagai anggota dari suatu kelompok.

Apabila pendidik bermaksud menstandarisasikan tes buatannya sendiri, memerlukan perencanaan yang baik, dilakukan uji coba di lapangan beberapa kali, dan ada beberapa yang perlu distandarisasikan, yaitu:

1. Materi yang akan diujikan,

2. Sistem evaluasi yang digunakan,

3. Waktu penyelesaian soalan tes,

4. Tingkat kesukaran tes, dan

5. Cara pengolahan hasil, termasuk skoring yang digunakan.

Sesungguhnya tes baku tidak hanya mecakup achievement tes saja tetapi mencangkup personality tes, seperti tes sikap, tes minat, tes bakat, dan tes integelensi.

2.                Kegunaan Tes baku

Secara garis besar kegunaan tes baku adalah:

  1. Membandingkan prestasi belajar dengan pembawaan individual atau kelompok.
  2. Membandingkan tingkat prestasi siswa dalam keterampilan di berbagai bidang studi untuk individual atau kelompok.
  3. Membandingkan prestasi siswa berbagai sekolah atau kelas, dan
  4. Mempelajari perkembangan siswa dalam suatu periode atau waktu tertentu.

3.                Kelengkapan Tes baku

Sebuah tes yang sudah distandarisasikan dan sudah dapat disebut sebagai tes baku, biasanya dilengkapi dengan sebuah manual. Manual ini memuat keterangan-keterangan atau petunjuk-petunjuk yang perlu terutama yang menjelaskan tentang pelaksanaan, mengskor, dan mengadakan interpretasi.

Secara garis besar manual tes baku ini memuat:

  1. Ciri-ciri mengenai tes, misalnya menyebutkan tingkat validitas, tingkat reliabilitas dan sebagainya.
  2. Tujuan serta keuntungan-keuntungan dari tes

Misalnya yang disebutkan untuk siapa tes tersebut diberikan dan untuk tujuan apa.

  1. Proses standarisasi tes

Misalnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan sampel.

– Besarnya sampel,

– Teknik sampling,

– Kelompok mana yang diambil sebagai sampel (sifat sampel).

Juga mengenai taraf kepercayaan yang diambil dan bagaimana kaitannya dengan hasil tes.

  1. Petunjuk-petunjuk tentang cara melaksanakan tes

Misalnya: dilaksanakan dengan lisan atau tertulis, waktu yang digunakan untuk mengerjakan setiap bagian, boleh tidaknya tercoba keluar jika sudah selesai mengerjaan soal itu dan sebagainya.

  1. Petunjuk-petunjuk bagaimana cara menskor

Misalnya: untuk beberapa skor tiap-tiap soal/unit, menggunakan sistem hukuman atau tidak, bagaimana cara menghitung nilai akhir dan sebagainya.

  1. Petunjuk-petunjuk untuk menginterpretasikan hasil

Misalnya:

– Betul nomor sekian sampai sekian cocok untuk jabatan kepala seksi,

– Betul nomor sekian saja, cocok untuk jabatan guru dan sebagainya.

  1. Saran-saran lain

Misalnya: siapa pun harus menjadi pengawas, bagaimana seandainya tidak ada calon yang mencapai skor tertentu dan sebagainya.

B.            TES BUATAN GURU

1.            Pengertian Tes Buatan Guru

Tes buatan guru adalah kebalikan tes baku, yaitu tes yang disusun oleh seorang pendidik yang belum memiliki keahlian professional dalam penyusunan tes, atau mereka yang memiliki keahlian tetapi tidak sempat menyusun tes secara baik, mengujicobakan, melakukan analisis sehingga validitas dan reliabilitas belum dapat dipertanggungjawabkan. Tes non standar sering digunakan untuk menyebut tes buatan guru, artinya disusun oleh seorang guru tanpa bantuan tim ahli. Sebenarnya penggunaan istilah kedua ini tidak tepat, sebab mendiskripsikan guru sebagai orang yang tidak mampu menyusun tes yang baik, penulis lebih cenderung menggunakan pengertian yang mendasarkan pada kriteria kualitatif dari pada dilihat dari siapa yang menyusun.

Tes buatan guru memang memiliki beberapa kekhususan, bisa jadi syarat kualitatif belum terpenuhi, tetapi ia memiliki kelebihan lebih cocok untuk mengukur hal-hal khusus yang tidak dapat distandarisasikan; seperi formatif, tes diagnostik, hasilnya lebih realistik. Sebab tes ini dirancang sesuai dengan keadan peserrta didik, PBM suatu tingkat dan lembaga pendidikan tertentu.

2.                Kegunaan Tes Buatan Guru

Kegunaan tes buatan guru adalah :

  1. Untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan dalam waktu tertentu.
  2. Untuk menentukan apakah sesuatu tujuan telah tercapai.
  3. Untuk memperoleh suatu nilai.

Selanjutnya baik tes bakud dan tes buatan guru dianjurkan dipakai jika hasilnya akan digunakan untuk:

a. Mengadaan diagnosis terhadap ketidakmampuan siswa.

b. Menentukan tempat siswa dalam suatu kelas atau kelompok.

c. Memberikan bimbingan kepada siswa dalam pendidikan dan pemilihan jurusan.

d. Memilih siswa untuk program-program khusus.


 
4 Comments

Posted by on June 21, 2011 in EVALUASI PENDIDIKAN

 

4 responses to “PERSPEKTIF TES BAKU DAN TES BUATAN GURU

  1. nd

    September 24, 2011 at 3:00 am

    mana daftar pustakanya ne???
    yang lengkap donk supaya bisa di share,
    terimakasih sangat membantu tulisannya.

     
    • evisapinatulbahriah

      December 30, 2011 at 12:42 am

      okey terima kasih masukannya, saya akan secepatnya buat daftar pustakanya.

       
  2. belantik

    February 13, 2015 at 11:38 am

    daftar pustakanya dong … aku butuh banget materi ini

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: