RSS

KPS VS KGS

20 Jun

KETERAMPILAN PROSES DAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS

 A.    KETERAMPILAN PROSES SAINS

Keterampilan proses meliputi keterampilan intelektual, sosial, dan fisik. Kemampuan ini pada dasarnya merupakan pengembangan dari sikap ingin tahu pada setiap anak. Indrawati (2000), menyatakan bahwa keterampilan proses sains merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang digunakan untuk menemukan suatu konsep, prinsip atau teori untuk mengembangkan konsep yang ada sebelumnnya, ataupun untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemuan. (falsifikasi).

Keterampilan proses sains merupakan prilaku ilmu sains yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh siswa melalui proses pembelajaran dikelas. Dalam pembelajarannya memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berperan aktif dalam memecahkan masalah yang dihadapkan pada mereka (Dahar, 1994).

Keterampilan proses sains terdiri dari sejumlah keterampilan yang satu sama lain sebenarnya tidak dapat dipisahkan, namun ada penekanan khusus dalam memahami masing-masing keterampilan tersebut. Rustaman, N (1995) mengklasifikasikan keterampilan proses sains dan indikatornya sebagai berikut:

Tabel 1: Jenis-jenis Keterampilan Proses Sains dan Indikatornya (Rustaman, N, 1995)

No

Keterampilan Proses Sains

Indikatornya

1

Melakukan pengamatan/observasi
  1. Menggunakan indera
  2. Menggunakan fakta yang relevan

2

Menafsirkan pengamatan (interpretasi)
  1. Mencatat hasil pengamatan
  2. Menghubungkan hasil pengamatan
  3. Menemukan pola atau keteraturan dari suatu seri pengamatan
  4. Menyimpulkan

3

Mengelompokkan/klasifikasi
  1. Mencari perbedaan dan persamaan
  2. Mengkontraskan ciri-ciri
  3. Membandingkan
  4. Mencari dasar penggolongan/pengelompokkan
  5. Menghubungkan hasil-hasil pengamatan
  6. Mencatat setiap pengamatan secara terpisah.

4

Meramalkan/prediksi Mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi berdasarkan suatu kecenderungan atau pola yang sudah ada

5

Berkomunikasi
  1. Membaca grafik, tabel, atau diagram
  2. Menjelaskan hasil percobaan
  3. Menyusun dan menyampaikan laporan sistematis dan jelas
  4. Mengubah bentuk penyajian
  5. Memberikan/menggambarkan data empiris hasil percobaan atau pengamatan dengan grafik atau tabel atau diagram

6

Berhipotesis
  1. Menyatakan hubungan antara dua variabel atau memperkirakan penyebab sesuatu terjadi
  2. Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari suatu kejadian

7

Merencakan percobaan/penelitian
  1. Menentukan alat dan bahan
  2. Mententukan variabel kontrol dan variabel bebas
  3. Menentukan apa yang diamati, diukur, dan ditulis
  4. Menentukan cara dan langkah kerja
  5. Menentukan cara mengolah data

8

Menerapkan konsep atau prinsip
  1. Menjelaskana sesuatu peristiwa dengan menggunakan konsep yang sudah dimiliki
  2. Menerapkan konsep yang baru yang telah dipelajari dalam situasi yang baru

9

Mengajukan pertanyaan
  1. Meminta penjelasan mengenai apa, mengapa dan bagaimana
  2. Bertanya untuk meminta penjelasan
  3. Pertanyaan yang dilakukan dapat meminta penjelasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana ataupun menanyakan latar belakag hipotesis

10

Menggunakan alat dan bahan
  1. Mengetahui mengapa menggunakan alat dan bahan
  2. Mengetahui bagaimana menggunakan alat dan bahan

Menurut Dahar (1986), aspek-aspek keterampilan proses sains yang perlu dimiliki oleh siswa adalah sebagai berikut:

1. Mengamati

Siswa harus menggunakan sebanyak mungkin inderanya untuk dapat mencapai keterampilan mengamati. Dengan demikian siswa dapat mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dan memadai untuk kemudian mencari kesamaan dan perbedaan dari hasil pengamatan yang didapatnya.

2. Menafsirkan pengamatan

Siswa harus mencatat setiap pengamatan secara terpisah, lalu menghubungkan pengamatan yang terpisah-pisah tersebut untuk menemukan suatu pola dalam satu seri pengamatan dan akhirnya siswa dapat mengambil kesimpulan.

3. Meramalkan

Siswa dapat menggunakan pola-pola hasil pengamatannya untuk dapat mengemukakan apa yang terjadi pada hal atau keadaan yang belum diamati.

4. Menggunakan alat dan bahan

Siswa harus menggunakan alat dan bahan dengan baik agar dapat memperoleh pengalaman langsung, juga harus mengetahui mengapa atau bagaimana cara menggunakan alat dan bahan tersebut untuk dapat memiliki keterampilan menggunakan alat dan bahan ini.

5. Menerapkan konsep

Siswa memiliki keterampilan untuk menerapkan konsep bila konsep yang telah dipelajarinya dapat digunakan untuk menjelaskan dalam situasi baru atau dapat menerapkan konsep pada pengalaman-pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi dan akhirnya membuat hipotesis.

6. Merencanakan penelitian

Siswa harus dapat merancang dan menentukan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian, menentukan variabel-variabel, menentukan variabel yang harus dibuat tetap dan berubah, menentukan apa yang diamati, diukur, ditulis, menentukan cara dan langkah-langkah kerja dan menentukan bagaimana mengolah hasil pengamatan untuk mengambil kesimpulan.

7. Berkomunikasi

Untuk dapat mencapai keterampilan berkomunikasi siswa harus dapat : menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis dan jelas, menjelaskan hasil penelitian, mendiskusikan hasil penelitian, menggambarkan data dengan grafik, tabel dan diagram serta membaca grafik, tabel dan diagram.

8. Mengajukan pertanyaan

Siswa harus dapat bertanya apa, bagaimana dan mengapa, bertanya untuk meminta penjelasan dan mengajukan pertanyaan yang berlatar belakang hipotesis.

Sedangkan Wetzel (2008) dalam Mahmuddin (2010) mengutarakan bahwa berbagai keterampilan proses dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu: keterampilan proses dasar (basic skill) dan keterampilan terintegrasi (integrated skill). Para ahli pendidikan sains membagi aspek keterampilan proses sains secara berbeda-beda namun hampir sama satu sama lain, seperti yang dapat dilihat pada tabel 2

Tabel 2: Perbandingan Jenis Keterampilan Proses Sains

No

Nama

Jenis Keterampilan Proses Sains

1 Wynne Harlen (dalam Indrawati, 1999) Observing, hypotheting, predicting, investigating, interpreting finding and drawing conclusions, communicating.
2 Peter C. Gega (dalam Indrawati, 1999) Observasi, klasifikasi, pengukuran, mengkomunikasikan, interpretasi dan melakukan eksperiman.
3 Conny Semiawan (1986) Observasi, menghitung, mengukur, mengklasifikasi, mencari hubungan ruang atau waktu, membuat hipotesa, merencanakan penelitian, menerapkan konsep, berkomunikasi, penyimpulan.
4 Nuryani Rustaman (2003) Melakukan pengamatan, menafsirkan pengamatan, mengelompokkan, meramalkan, berkomunikasi, berhipotesis, merencanakan percobaan atau penyelidikan, menerapkan konsep atau prinsip, mengajukan pertanyaan.
5 Funk (dalam Indrawati, 1999) Observasi, klasifikasi, komunikasi, pengukuran, prediksi dan membuat kesimpulan.

Peranan guru dalam mengembangkan KPS adalah:

  1. Peranan umum
  • Memberikan kesempatan untuk menggunakan keterampilan proses sains dalam melakukan eksplorasi materi dan fenomena.
  • Member kesempatan untuk berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil dan juga diskusi kelas.
  • Mendengarkan pembicaraan siswa dan mempelajari produk mereka untuk menemukan proses yang diperlukan untuk membentuk gagasan mereka.
  • Mendorong siswa untuk mengulas (review) secara kritis tentang bagaimana kegiatan mereka telah dilakukan.
  • Memberikan teknik atau strategi untuk meningkatkan keterampilan, khususnya ketepatan dalam observasi dan pengukuran.
  1. Peranan khusus
  • Membantu mengembangkan keterampilan observasi
  • Membantu keterampilan klasifikasi
  • Membantu mengembangkan keterampilan berkomunikasi
  • Membantu mengembangkan keterampilan interpretasi
  • Membantu mengembangkan keterampilan prediksi
  • Membantu mengembangkan keterampilan berhipotesis
  • Membantu mengembangkan keterampilan penyelidikan

Pengukuran terhadap keterampilan proses siswa, dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen tertulis. Pelaksanaan pengukuran dapat dilakukan secara tes (paper and pencil test) dan non tes. Penilaian melalui tes dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis (paper and pencil test) sedangkan penilaian melalui non tes dapat dilakukan dalam bentuk observasi atau pengamatan.

B.     KETERAMPILAN GENERIK SAINS

Berikut adalah beberapa defenisi keterampilan dari beberapa ahli:

1)      Keterampilan generik merupakan kemampuan employability yang digunakan untuk menerapkan pengetahuan. Kemampuan ini bukan kemampuan bidang pekerjaan tertentu, namun kemampuan yang melintasi semua bidang pekerjaan pada arah horizontal dan melintasi segala tingkatan mulai dari tingkat pemula hingga manajer eksekutif pada arah yang vertikal (Vahonov, 2009).

2)      Keterampilan generik merupakan kemampuan intelektual hasil perpaduan atau interaksi kompleks antara pengetahuan dan keterampilan. Kemampuan tersebut tidak bergantung kepada domain atau disiplin ilmu tetapi mengacu pada “strategi kognitif” (Gibb, 2002).

3)      Keterampilan generik merupakan kemampuan yang dapat diterapkan pada berbagai bidang dan untuk memperolehnya diperlukan waktu yang relatif lama (Drury, 1997).

4)      Keterampilan generik merupakan sesuatu yang tertinggal setelah belajar sains (Brotosiswoyo, 2001).

Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa keterampilan generik merupakan strategi kognitif berpikir tingkat tinggi yang berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor yang dapat dipelajari dan tertinggal dalam diri siswa.

Adapun keterampilan generik yang dikaitkan dengan pendidikan di perguruan tinggi melingkupi kemampuan tingkat tinggi dalam hal komunikasi lisan dan tertulis, berpikir kritis dan analitis, pemecahan masalah, bekerjasama, belajar mandiri, melek informasi, kemampuan interpersonal, serta etika dan nilai-nilai (Carrick, 2007, dalam Vahonov, 2009).

Menurut Gagne, jenis-jenis utama dari keterampilan generik adalah keterampilan berpikir (seperti teknik memecahkan masalah), strategi pembelajaran (seperti membuat mnemonik untuk membantu mengingat sesuatu), dan keterampilan metakognitif (seperti memonitor dan merevisi teknik memecahkan masalah atau teknik membuat mnemonik).

Menurut Brotosiswoyo (2001), terdapat sembilan keterampilan generik yang dapat dikembangkan melalui pengajaran fisika dan kimia, yakni:

1)      Pengamatan langsung

Pengamatan langsung adalah mengamati objek yang diamati secara langsung. Pengamatan langsung dapat diperoleh pada kejadian sehari-hari dan atau terjadi pada saat melakukan percobaan di laboratorium.

2)      Pengamatan tidak langsung

Pengamatan tak langsung dilakukan untuk mengatasi keterbatasan indera penglihatan dengan menggunakan alat bantu, misalnya mikroskop, termometer atau teropong.

3)      Kesadaran tentang skala besaran (sense of scala)

Di alam banyak ukuran yang tidak sesuai dengan ukuran benda yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya jagad raya sangat besar, struktur atom, dan massa elektron.

4)      Bahasa simbolik

Bahasa simbolik merupakan bahasa komunikasi untuk menyatakan suatu besaran secara kuantitatif dan sebagai alat untuk mengungkapkan hukum-hukum alam.

5)      Kerangka logika taat azas dari hukum alam

Pada pengamatan alam akan ditemukan sejumlah hukum-hukum, namun akan ditemukan “keganjilan” secara logika, untuk menjawab hal tersebut perlu digunakan kerangka logika taat asas.

6)      Inferensi atau konsistensi logis

Inferensi merupakan kemampuan generik yang ditujukan untuk membuat suatu generalisasi atau mengambil suatu kesimpulan. Kesimpulan yang ditarik dapat berupa penjelasan atau interpretasi dari hasil suatu observasi atau suatu kajian atau berupa kesimpulan terhadap persoalan baru sebagai akibat logis dari kesimpulan-kesimpulan atau teori-teori yang ada, tanpa melihat bagaimana makna konkret sesungguhnya.

Hal itu dikarenakan, dalam sains banyak fakta yang tak dapat diamati langsung tetapi dapat ditemukan melalui inferensi logika dari konsekuensi logis pemikiran dalam sains. Misalnya suhu nol Kelvin sampai saat ini belum dapat direalisasikan keberadaannya, tapi diyakini itu benar.

7)      Hukum sebab akibat

Sebuah aturan (gejala alam) dapat dinyatakan sebagi hukum sebab akibat bila ada reproducibility dari akibat sebagai fungsi dari penyebabnya misalnya hukum Boyle adalah hukum sebab akibat.

8)      Pemodelan matematis

Untuk menjelaskan banyak hubungan dari gejala alam yang diamati diperlukan bantuan pemodelan matematis, misalnya mencari kemungkinan peluang pewarisan sifat dari makhluk hidup yang dapat diwariskan pada proses persilangan.

9)      Membangun konsep

Tidak semua gejala alam dapat dipahami dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Terkadang kita perlu membangun sebuah konsep yang tidak ada padanannya dengan pengertian-pengertian yang sudah ada.

10)  Abstraksi

Abstraksi merupakan kemampuan untuk menganalisis dalam khayal atau dalam pikiran tanpa dapat diragukan, misalnya proses fotosintesis, struktur atom, dan lain-lain (Sudarmin, 2007).

Adapun indikator keterampilan generik menurut Spencer & Spencer dalam Brotosiswoyo ditunjukkan dalam Tabel 1.

Tabel 3: Indikator Keterampilan Generik Menurut Spencer & Spencer (1993)

No.

Keterampilan

Generik Sains

Indikator

1 Pengamatan langsung
  1. Menggunakan sebanyak mungkin indera dalam mengamati percobaan/fenomena alam
  2. Mengumpulkan fakta-fakta hasil percobaan atau fenomena alam
  3. Mencari perbedaan dan persamaan
2 Pengamatan tidaklangsung

 

  1. Menggunakan alat ukur sebagai alat bantu indera dalam mengamati percobaan/gejala alam
  2. Mengumpulkan fakta-fakta hasil percobaan fisika atau fenomena alam
  3. Mencari perbedaan dan persamaan
3 Kesadaran tentangskala

 

Menyadari obyek-obyek alam dan kepekaan yang tinggi terhadap skala numerik sebagai besaran/ukuran skala mikroskopis ataupun makroskopis
4 Bahasa simbolik
  1. Memahami simbol, lambang, dan istilah
  2. Memahami makna kuantitatif satuan dan besaran dari persamaan
  3. Menggunakan aturan matematis untuk memecahkan masalah/fenomena gejala alam
  4. Membaca suatu grafik/diagram, tabel, serta tanda matematis
5 Kerangka logis(logical frame) Mencari hubungan logis antara dua aturan 
6 Konsistensi logis
  1. a.   Memahami aturan-aturan logical frame)
  2. Mencari hubungan logis antara dua aturan
  3. Berargumentasi berdasarkan aturan
  4. Menjelaskan masalah berdasarkan aturan
  5. Menarik kesimpulan dari suatu gejala berdasarkan aturan/hukum-hukum terdahulu
7 Hukum sebab akibat
  1. Menyatakan hubungan antar dua variabel atau lebih dalam suatu gejala alam tertentu
  2. Memperkirakan penyebab gejala alam
8 PemodelanMatematis

 

  1. Mengungkapkan fenomena/masalah dalam bentuk sketsa gambar/grafik
  2. Mengungkap fenomena dalam bentuk Rumusan
  3. Mengajukan alternatif penyelesaian masalah
9 Membangun konsep Menambah konsep baru
10 Abstraksi (Sudarmin,2007)

 

  1. Menggambarkan atau menganalogikan konsep atau peristiwa yang abstrak ke dalam bentuk kehidupan nyata sehari-hari
  2. Membuat visual animasi-animasi dari peristiwa mikroskopik yang bersifat abstrak

Adapun pembelajaran berbasis keterampilan generik memiliki tiga komponen sebagai berikut:

  1. Kegiatan awal meliputi pemodelan (Modeling) antara lain berupa menunjukkan contoh atau demonstrasi penggunaan alat.
  2. Kegiatan inti, berupa pelatihan (coaching), scaffolding, dan artikulasi (articulation).
  3. Kegiatan penutup, berupa refleksi, dan eksplorasi.

Adapun penilaian terhadap keterampilan generik dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang berbeda, yaitu: penilaian holistik, portofolio siswa, penilaian berdasarkan pengalaman kerja, dan penilaian dengan menggunakan instrumen tujuan khusus seperti alat untuk menilai pemecahan masalah. Keterampilan generik dapat dinilai dalam konteks tugas ‘kerja keseluruhan’ atau dalam unit-unit kompetensi yang terpisah (Gibb, 2002)

C.    PERBEDAAN KETERAMPILAN PROSES SAINS & KETERAMPILAN GENERIK SAINS

Berikut adalah perbedaan keterampilan proses sains dan keterampilan generik sains:

Tabel 4: Perbedaan KPS dan KGS

No

KPS

KGS

1

Bersifat mendasar Bersifat advance

2

Kemampuan berpikir tingkat sederhana Kemempuan berpikir kompleks

3

Memerlukan objek langsung Tidak memerlukan objek langsung, bisa menggunakan pemodelan/gambar

4

Soal melibatkan banyak indera

5

Bersifat free konten, konteks dijadikan sebagai konsep Tidak free konten

6

Ranah kognitif dan psikomotorik Ranah kognitif

7

Bersifat umum Sangat spesifik untuk bidang tertentu

8

Dikembangkan pada level pendidikan dasar seperti SD dan SMP Dikembangkan pada level SMA dan perguruan tinggi

9

Konsep harus diberikan dalam bentuk data/pernyataan (ada informasi) Tidak harus
 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2011 in ISUE KEPENDIDIKAN

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: