RSS

Produksi N-Asetil-D-Glukosamin Secara Enzimatik dari Kitin Menggunakan Crude Enzim Aeromonas sp. PTCC1691

Abstrak

Penelitian ini diarahkan untuk produksi N-asetil-D-glukosamin (G1cNAc) dengan hidrolisis parsial koloid α-kitin menggunakan preparasi crude enzim dari Aeromonas sp. PTCC 1691. Produksi selektif G1cNAc diamati terus-menerus selama hidrolisis kitin dan pada periode waktu yang sama, produksi oligomer G1cNAc itu diabaikan (di bawah 0,5%). Produksi maksimum G1cNAc, yield 79%, diperoleh setelah inkubasi 24 jam pada rasio enzim-substrat 2 U mg1. Hasil ini menunjukkan bahwa kompleks enzim multi-chitinolytic yang diproduksi oleh Aeromonas sp. PTCC 1691 dapat digunakan untuk biokonversi limbah kitin dalam bentuk N-asetil-D-glukosamin untuk aplikasi industri. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 8, 2012 in BIOTEKNOLOGI

 

AKTIFITAS ANTIDIABETES PULP BUAH DARI CORDIA DICHOTOMA PADA TIKUS DIABETES YANG DI INDUKSI ALLOXAN

ABSTRAK

Cordia dichotoma dikenal sebagai lasura, lisora, adalah ramuan yang biasa dikenal sebagai obat dalam sistem India  untuk mengobati berbagai gangguan termasuk diabetes mellitus tanpa bukti ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini dirancang untuk menyelidiki potensi hipoglikemik dan antidiabetes ekstrak metanol vivo buah-buahan dari Cordia dichotoma pada gula darah hewan dan hewan diabetes yang diinduksi alloxan . Dalam kedua model Cordia dichotoma mengurangi tingkat gula darah bila dibandingkan dengan kelompok kontrol diabetes dan menunjukan aktivitas hipoglikemik dan antidiabetes yang signifikan. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 8, 2012 in BIOTEKNOLOGI

 

PERTUMBUHAN, HASIL DAN MORFOLOGI SERAT KENAF (Hibiscus cannabinus L.) YANG TUMBUH PADA TANAH BRIS DIPENGARUHI OLEH PERBEDAAN TINGKAT KADAR KARBON

A.     LATAR BELAKANG

Permintaan global untuk bahan berserat, kekurangan pohon di banyak daerah di seluruh dunia dan kesadaran lingkungan, serat yang berasal dari non-hutan telah menjadi salah satu sumber alternatif yang penting sebagai sumber bahan serat pada abad ke-21 seperti ampas tebu, gandum dan sedotan padi, bambu, dan kenaf. Kenaf memiliki kemampuan adaptasi tinggi dengan semua kisaran tanah, dapat ditanam di pegunungan pantai berpasir yang diselingi dengan tanah swales (BRIS), yang miskin di kapasitas air, rendah dalam kapasitas tukar kation dan ketersediaan hara (Chen, 1985). Untuk saat ini, belum ada laporan tentang efek kadar karbon pada morfologi pertumbuhan, hasil dan serat kenaf yang ditanam di tanah berpasir BRIS. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian yang mengkaji tentang pertumbuhan, hasil dan morfologi serat kenaf pada tingkat karbon yang berbeda dari berbagai jenis varietas kenaf. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 7, 2012 in BIOTEKNOLOGI

 

EKSPORASI POTENSI FITOREMIDIASI LOGAM DARI TIGA KLON POPULUS ALBA L MENGGUNAKAN SELEKSI IN VITRO

A.    PENDAHULUAN

Polusi tanah dan air akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Kontaminasi pada tanah dan perairan diakakibatkan oleh banyak penyebab termasuk limbah industry, limbah penambangan, residu pupuk, dan pestisida hingga bekas instalasi senjata kimia (Hidayati N, 2004). Polusi ini menimbulkan gangguan pada manusia, hewan dan tumbuhan. Bentuk dari kontaminasi ini berupa berbagai unsure dan substansi kimia seperti cadmium (Cd), seng (Zn), Plumbum (Pb), Kuprum (Cu), cobalt (Co), Selenium (Sc), Nikel (Ni), Arsenik (AS) berbahaya yang mengganggu kesetimbangan fisik, kimia dan biologi tanah. Kontaminasi dari unsure-unsur dan substansi kimia ini menjadi perhatian serius karena dapat menjadi potensi polusi pada permukaan tanah maupun air tanah dapat menyebar ke daerah sekitarnya melalui air, angin, penyebaran oleh tumbuhan bioakumulasi pada rantai makanan. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 7, 2012 in BIOTEKNOLOGI

 

Viabilitas dari Lactobacillus acidophilus LA-5 dan Bifidobacterium bifidum BB-12 dalam Puding Beras

A.  Pendahuluan

Makanan yang mengandung bakteri probiotik memiliki efek positif pada kesehatan karena dapat meningkatkan keseimbangan mikroba dalam usus, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, mengurangi tingkat kolesterol darah, dan mencegah kanker, penyakit jantung, diare serta osteoporosis. Lactobacillus acidophilus LA-5 dan Bifidobacterium bifidum BB-12 merupakan bakteri asam laktat sebagai agensia probiotik (Harmayani dkk, 2001). Konsentrasi minimum bakteri probiotik yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan sebanyak 106-109 cfug-1. Fokus penelitian pada beberapa tahun terakhir berkaitan dengan bahan makanan penutup berbahan dasar susu seperti puding beras. Oleh karena itu, dilakukan studi mengenai evaluasi viabilitas Lactobacillus acidophilus LA-5 dan Bifidobacterium bifidum BB-12 dalam puding beras, dampak bakteri probiotik terhadap pertumbuhan mikroorganisme yang patogen selama penyimpanan dan verifikasi perspektif puding beras berkaitan dengan penerimaan sensori konsumen. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 7, 2012 in BIOTEKNOLOGI

 

LKS TERMOKIMIA

Model                         : Induktif

Pendekatan                : Konsep

Metode                       : Praktikum

Materi                         : Termokimia

Bahan Ajar                : Lembar Kerja Siswa (LKS)

 Lembar Kerja Siswa Ke-1

Reaksi Eksoterm dan Endoterm

 Hari/Tanggal Praktikum      : …………………………..

Tujuan                                    : Menentukan reaksi eksoterm dan endoterm

Kalor reaksi adalah energi yang pindah dari sistem ke lingkungan (pada reaksi eksoterm) atau dari lingkungan ke sistem (pada reaksi endoterm) karena adanya perbedaan suhu anatara sistem dan lingkungannya. Pada reaksi eksoterm, energi sistem sebelum reaksi lebih besar daripada sesudah reaksi. Sebaliknya pada reaksi endoterm, energi sistem sebelum reaksi lebih kecil daripada sesudah reaksi. Read the rest of this entry »

 
 

TERMOKIMIA

Baik disadari ataupun tidak, kita pasti pernah mengalami gejala-gejala termokimia, misalnya saat kita berolah raga. Kita mampu melakukan berbagai aktivitas karena tubuh kita memiliki energi cukup untuk melakukannya. Beberapa saat setelah berolah raga, tubuh kita mengeluarkan keringat dan suhu badan meninggi. Gejala tersebut merupakan pertanda bahwa tubuh mengeluarkan energi. Read the rest of this entry »